Jumat 29 Oktober 2021, 15:50 WIB

Dewan Rempah akan Gelar Forum Bisnis di Kawasan Danau Toba

Yoseph Pencawan | Nusantara
Dewan Rempah akan Gelar Forum Bisnis di Kawasan Danau Toba

ANTARA/Syifa Yulinnas
Pedagang merapikan rempah-rempah dagangannya di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh.

 

 

DEWAN Rempah Indonesia berencana menggelar peringatan Hari Rempah
Nasional di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, bersamaan dengan
penyelenggaraan Indonesian Spices Forum  and Business Expo.

Nawal Lubis, Ketua Dewan Rempah Indonesia (DRI) Sumut, mengatakan
provinsinya akan menjadi tuan rumah Hari Rempah Nasional dan Indonesian
Spices Forum  and Business Expo (ISFBE).

"Kedua event itu rencananya akan dilaksanakan di Danau Toba, Parapat,
Kabupaten Simalungun, pada 10-12 Desember 2021," ungkapnya, Jumat (29/10).

Nawal menjelaskan, kedua event akan lebih banyak menampilkan agenda yang bertujuan meningkatkan daya saing dan nilai tambah komoditas rempah. Seperti klinik ekspor rempah dan turunannya, temu bisnis, pameran, dukungan pariwisata serta publikasi.

Nawal optimistis dengan dipercayanya Sumut sebagai tuan rumah akan mampu mengembalikan kejayaan tanaman rempah yang pernah menjadi primadona ekspor pertanian dari provinsi ini.

"Era kejayaan rempah harus dikembalikan lagi di masa kini," kata Nawal.

Dewan Rempah didirikan dengan tujuan untuk mendorong daya saing produk rempah dan herbal serta turunannya agar dapat meningkatkan pamor rempah Indonesia di pasar global. Selain itu, juga untuk mengembangkan kegiatan agribisnis, sehingga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan petani dan pekerja rempah.

Karena itu, pihaknya akan mendorong pemerintah memetakan perkebunan rempah milik rakyat agar produktivitasnya meningkat, berkualitas dan berkelanjutan.

Para pelaku usaha rempah dan UMKM, baik dari sisi produksi maupun usaha
pemasaran rempah, dapat mempunyai peran strategis untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi.

DRI Sumut juga telah memersiapkan pendampingan bagi pelaku usaha rempah
mulai dari hulu sampai hilir.

Pendampingan tersebut akan diberikan dewan pakar di bidang rempah, promosi, pemasaran serta bidang information, komunikasi dan teknologi.

Nawal juga berharap dengan dilaksanakannya Hari Rempah Nasional dan ISFBE di Sumut akan mampu membuka pasar ekspor rempah dan bisa mengatasi fluktuasi harga yang sering jadi persoalan petani di daerahnya.

Terpisah, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Khairul Mahalli mengatakan,  di dalam dan luar negeri, rempah banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai produk jamu, kosmetik, makanan dan minuman, rokok serta bumbu dapur.

Sekitar awal abad 19 kebesaran rempah Indonesia mulai menyusut setelah
kemunculan negara-negara produsen rempah baru. Di antaranya Vietnam,
Brazil, Grenada, Zanzibar, Madagaskar, Sri Lanka dan Tiongkok.

Di negara-negara tersebut budi daya tanaman rempah dikelola secara
intensif. Pengelolaan hasil dan versifikasi juga telah dikembangkan dengan baik.

"Produk yang diekspor pun bukan lagi produk primer, tetapi sudah berupa
barang setengah jadi dan barang jadi dengan merek tertentu," papar Khairul. (N-2)

Baca Juga

Ist

Floratama Academy 2022 Bangkitkan UMKM Parekraf di Wilayah NTT

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:36 WIB
Flotama Academy merupakan program inkubasi pengusaha UMKM berbentuk pelatihan, peningkatan kapasitas, dan pendampingan di 17 bidang...
DOK MI

1.460 Guru Di Temanggung Diangkat Jadi PPPK

👤Tosiani 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:15 WIB
SEBANYAK 1.460 guru honorer di Temanggung, Jawa Tengah, diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...
ANTARA

PMK Mewabah, Harga Hewan Kurban di Bangka Naik

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:06 WIB
PENYAKIT Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternah yang mewabah saat ini berdampak terhadap harga hewan kurban di Bangka, Bangka...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya