Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK) Solihin Sofian menuturkan bahwa industri kosmetik dalam negeri sangat diuntungkan dengan sumber daya lokal yang melimpah, tidak terkecuali di NTB. Karena itu ia berharap ke depan, kosmetik lokal harus bisa berbicara bukan saja di tingkat nasional, tapi juga internasional.
Hal itu dikatakan Solihin dalam acara pengukuhan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Nusa Tenggara Barat. “Kita bisa katakan bahwa potensi terbesar kita bahan baku alam yang menjadi daya jual utama kita di Indonesia. Wisata halal juga bisa dimulai dari sini. Pelaku usaha kita bisa terus berkreasi, bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan industri kosmetika,” tuturnya.
Baca juga: Perempuan Mendominasi Perolehan Medali NTB di PON Papua
Dalam itu turut hadir Ketua Harian PPAK Kusuma Ida Anjani, Ketua DPD NTB Septia Erianty, Wakil Ketua DPD NTB Iwin Insani, Sekretaris I DPD NTB Windy Dwi Meilany, Bendahara I DPD NTB Lisa Yuniar, Bendahara II DPD NTB Yunita Lestari, para member PPA Kosmetika NTB dan tamu undangan sebanyak 50 UMKM yang turut menghadiri. Hadiri pula Ketua PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc , Siti Nurkolina, S.Si., Apt - Koordinator Substansi Pemeriksaan Balai Besar POM di Mataram sebagai perwakilan Balai Besar POM Mataram.
Menurut Solihin, NTB dikenal memiliki bahan-bahan lokal bisa dimanfaatkan, seperti beras, kopi, kunyit, coklat, rumput laut, sehingga banyak bahan baku alam di NTB dapat diangkat secara nasional bahkan internasional. Karena itu tidak ada alasan untuk tidak bisa naik kelas.
Dalam sambutannya Ketua DPD PPAK NTB, Septian Erianty menekankan pentingnya kolaborasi dalam berusaha, bukan hanya kompetisi. “Saat ini zamannya kolaborasi bukan kompetisi. Melimpahnya bahan baku lokal yang digunakan pada produk kosmetik oleh pelaku usaha di NTB, dapat mendukung berkembangnya kosmetik tematik. Dengan dukungan dari BPOM dan PPA Kosmetika, kendala yang sering terjadi dalam pengembangan kosmetik tematik seperti riset, registrasi hingga pendampingan UMKM dapat teratasi sehingga UMKM Kosmetik dapat berjaya di negeri sendiri,” ujarnya.
PPAK yang baru mengukuhkan kepengurusannya dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha bidang kosmetik di NTB untuk meningkatkan kualitas produka. Termasuk dalam hal pengurusan izin BPOM, sinergi dengan pemerintah, dan lain-lain. Ketua Harian PPA Kosmetika Kusuma Ida Anjani juga menyoroti pentingnya kosmetik halal bagi konsumen.
“Berdasarkan UU nomor 33 tahun 2014, Kosmetik merupakan jenis produk yang diwajibkan bersertifikasi halal. Bahkan, dikutip dari State of Global Islamic Economy 2020/2021, Indonesia menduduki peringkat ke-2 di dunia untuk kategori besar konsumen kosmetika halal. Melihat potensi ini dan sejalan dengan program pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia, PPAK turut mendukung inovasi dan perkembangan industri kosmetika halal Indonesia sehingga produk-produk kosmetika halal Indonesia mampu bersaing dalam skala nasional dan global,” ujar Kusuma Ida Anjani. (Ant/A-1)
Melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, waktu berbunga cepat, serta aroma khas yang membuat permintaannya meningkat, baik di dalam maupun luar negeri.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Pemanfaatan tanaman dalam bidang kosmetik harus melestarikan kearifan lokal dan membuka jalan bagi produk hilir bernilai ekonomi tinggi
SICS merupakan transformasi dari Himpunan Ilmuwan Kosmetik Indonesia (HIKI), yang didirikan pada 14 Desember 1986 dan diaktifkan kembali pada 29 April 2025.
Sejumlah korban telah mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk membuat laporan telah ditipu seorang pemilik usaha bulu mata
Peserta INA-LAC Business Misson 2025 melakukan kunjungan (company visit) ke sejumlah calon mitra bisnis di Sao Paulo, Brasil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved