Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
NELAYAN Tiku di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, mendapatkan bantuan mesin tempel 15 PK sebanyak 34 unit untuk kelancaran usaha menangkap ikan di laut.
Bantuan yang bersumber dari dana pokir anggota DPRD Sumbar Lazuardi Erman diserahkan Bupati Agam Andri Warman kepada nelayan yang tergabung dalam Koperasi Nelayan Karya Bersama di UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah V Tanjung Mutiara.
"Kita berharap para nelayan dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik," kata Bupati Agam Andri Warman.
Ia berpesan, agar bantuan tidak disalahgunakan, karena ini diserahkan untuk membantu usaha nelayan dalam melancarkan penangkapan ikan di laut dengan harapan ke depan dapat meningkatkan perekonomian.
"Kita ucapkan terima kasih pada anggota DPRD Sumbar Lazuardi Erman yang telah mengalokasikan dana pokirnya untuk nelayan kita," ucapnya.
Baca juga: Jokowi Bertemu Nelayan di Pusat Konservasi Mangrove Bali
Ucapan yang sama juga disampaikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, karena telah menjembatani penyaluran bantuan ini. Sementara itu, anggota DPRD Sumbar Lazuardi Erman menyebut akan terus berkoordinasi dengan Bupati Agam terkait apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan.
"Kini kita menyalurkan 34 unit mesin tempel, yang sebelumnya juga telah diserahkan 71 unit fish box," terangnya.
Ke depan, ia akan berupaya bagaimana seluruh nelayan di Kabupaten Agam terbantu dalam memperlancar usaha mereka. Kabid Perikanan Tangkap DKP Sumbar Donny Rahma Saputra menjelaskan mesin tempel itu mampu memperluas jangkauan nelayanan untuk menangkap ikan ke tengah laut.
"Jangkauan mesin tempel ini lebih jauh dibanding mesin long tail, tentu juga ke depan akan meningkatkan hasil tangkapan nelayan di Tiku," tukasnya.(OL-5)
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved