Rabu 13 Oktober 2021, 22:35 WIB

Pemkot Banda Aceh Fokus Kembangkan Invetasi di Tujuh Sektor

Mediaindonesia.com | Nusantara
Pemkot Banda Aceh Fokus Kembangkan Invetasi di Tujuh Sektor

DOK Kementerian PU-Pera
Ilustrasi

 

Pemerintah Kota Banda Aceh memfokuskan pengembangan investasi di tujuh sektor yakni perdagangan, jasa dan koperasi, industri, infrastruktur, energi, pariwisata, serta perikanan dan kelautan.

"Kita terus mempersiapkan sektor strategis guna menarik minat pelaku usaha baik dalam negeri maupun luar negeri, kita fokuskan pengembangan investasi," kata Kepala DPMPTSP Kota Banda Aceh Muchlis di Banda Aceh, Rabu.

Muchlis mengatakan pihaknya terus mempromosikan peluang investasi di Banda Aceh guna mempercepat realisasi dan meningkatkan iklim investasi.

Menurut dia, pihaknya juga mempermudah proses investasi dengan menyediakan berbagai macam layanan secara terpadu, serta pemberian informasi terkait potensi investasi di Banda Aceh, hingga koordinasi dengan instansi terkait.

"Wali Kota Banda Aceh saat ini telah menyiapkan dua proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN)," ujarnya.

Muchlis menyebutkan adapun kegiatan yang ditawarkan tersebut yaitu Proyek Gemilang yang merupakan gabungan dari Nurul Arafah Islamic Center (NAIC) dan Banda Aceh Business Center (BSB).

"Proyek Gemilang merupakan inisiasi membangun Islamic Center berkelas dunia sebagai destinasi wisata islami, sementara Banda Aceh Business Center sebagai pusat lifestyle," katanya.

Sementara itu, Kabid Penanaman Modal Modal DPMPTSP Kota Banda Aceh Cut Maisarah merinci investasi kedua proyek investasi tersebut. Pertama, NAIC merupakan proyek pengembangan pusat kegiatan keagamaan di antaranya pendidikan, ibadah, zikir, serta rekreasi.

Area NAIC mencapai 7.245 m2 dengan pembebasan lahan sebesar 19.331 m2. "Total investasi dari Nurul Arafah Islamic Center mencapai 24,2 juta dolar AS atau setara Rp331 miliar," kata Maisarah.

Sedangkan, untuk Banda Aceh Business Center memiliki luas tanah 11.727 m2, yang diperuntukkan khusus untuk perdagangan dengan estimasi total investasi mencapai US$33,8 juta atau setara Rp461 miliar. (Ant/OL-12)

Baca Juga

MUI/Depi Gunawan

Awas, Jalur Wisata Lembang Rawan Longsor

👤Depi Gunawan 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:37 WIB
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Jawa Barat mengeluarkan peringatan bahaya cuaca ekstrem di kawasan Lembang,...
MI/Dwi Apriani

Pemkot Palembang Optimistis Capai 100 Persen Vaksinasi Pada Akhir Tahun

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:31 WIB
WAKIL Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, Rabu (27/10) meninjau vaksinasi yang digagas Pramuka Palembang berkerja sama dengan Pemkot...
MI/Dwi Apriani

Pemkab Muba Minta Tambahan Kuota Gas Elpiji 3 Kg

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:06 WIB
Pemkab Muba telah surati Pertamina dan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan untuk memberitakan tambahan kuota gas LPG 3 kg melalui Dinas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya