Selasa 05 Oktober 2021, 16:56 WIB

Gara-gara NIK Ribuan Warga Kudus Gagal Divaksin Covid-19

Jamaah | Nusantara
Gara-gara NIK Ribuan Warga Kudus Gagal Divaksin Covid-19

MI/Jamaah
Ribuan warga Kudus gagal divaksin Covid-19, karena masalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak terdata.

 

RIBUAN warga Kudus, Jawa Tengah gagal mengikuti vaksinasi Covid-19. Sebab nomor induk kependudukan (NIK) mereka tidak bisa diinput untuk melakukan verivikasi data sebelum vaksin. Hal itu ditemukan dalam vaksinasi masal di Perusahaan Rokok Sukun Kudus, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Selasa (5/10/2021).

Dalam pantauan di lokasi, sejumlah warga harus mengumpulkan data mereka lagi ke petugas. Lantaran permasalahan data masif pada sistem dukcapil online. Bergantian, petugas mengarahkan dan membantu agar dapat dilakukan vaksinasi. Tak jarang, sebagaian warga kecewa lantaran belum dapat disuntik vaksin akibat permasalahan NIK.

Danu, 26, warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, mengaku kecewa lantaran upaya vaksinasi harus terganjal masalah NIK. Dia menjelaskan, belum dapat divaksin kali ini harus menunggu terlebih dahulu karena ada masalah aktifasi NIK.

"Iya ini belum bisa divaksin karena masalah NIK. Kata petugas harus aktiftasi dulu. Tadi saya sudah ke Disdukcapil dulu agar bisa aktiftas, tapi katanya disuruh balik lagi di tempat vaksinasi. Tapi ini gagal lagi kok," ujar Danu sesaat ditemui di lokasi vaksinasi masal di PR. Sukun.

Danu membeberkan, untuk mengikuti vaksinasi yang digelar tersebut, dia harus menyempatkan waktu ditengah kesibukan kerja sebagai driver luar kota. Namun, upaya menyempatkan waktu vaksinasi harus tertunda.

"Gak cuma saya mas, ini tadi ada banyak lagi yang lain. Mereka harus libur kerja untuk vaksin. tapi sayang gagal ini," kesalnya.

Hal yang sama juga di utarakan Tasya, ia mengaku alami permasalahan NIK sebelum vaksin. Meski begitu pihaknya berharap agar pemerintah lebih siap menangani kondisi kali ini agar masyarakat yang ingin vaksin dapat terlaksana.

"Ini kan seiring sejalan dengan program pemerintah. Kasian warga lainnya yang menyempatkan libur kerja, tapi malah tertunda vaksin. Katanya disuruh datang lagi menunggu Kamis (7/10) mendatang," katanya.

Sementara dr. Sunaryo Gana, Kepala Klinik Pratama Sukun Group menyampaikan, dalam vaksinasi yang digerlar PR. Sukun berjalan lancar. Namun, sejak Minggu (3/10) kemarin mulai ditemukan data NIK warga yang bermasalah. Dari dua ribuan warga yang hendak divaksin Covid-19, ada seribu lebih gagal karena masalah NIK.

"Selama dua hari, Minggu (3/10) ada yang terunda vaksin sebanyak 518 orang dan hari Senin (4/10) kemarin ditemukan 618 data warga yang NIK tidak bisa entry. Kami tidak berani melayani," jelas dia.

Pihaknya telah melakukan kordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus, agar permasalahan di lapangan dapat tertangani.

"Mulai siang hari ini dukcapil mengirim personil ke sini. Alhamdulillah meskipun ketersendatan kendala kali ini sudah cukup bisa teratasi. Saya minta petugas Dukcapil proaktif di lokasi," ungkapnya. (OL-13)

Baca Juga: Gandeng Finnet, Kiosbank Perluas Layanan PPOB se Indonesia

 

Baca Juga

MGN/Rizal Fahlevy

Warga Ngawi Laporkan Penemuan Perahu Kuno Berusia Ribuan Tahun

👤Rizal Fahlevy (MGN), Muklis Efendi (MGN) 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 11:15 WIB
Petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi, Daut Salempang mengungkapkan mitosnya warga mengatakan ini...
MI/Rendy Ferdiansyah

BI Babel Gelar Operasi Pasar Bahan Pokok Tekan Inflasi

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 10:55 WIB
BANK Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan Operasi Pasar (OP) guna menekan lanjut Inflasi yang saat ini...
MI/Gabriel Langga

Sayur Mayur Asal Kabupaten Ende Dominasi Pasar di Sikka

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 10:35 WIB
TERNYATA sayur mayur yang dijual di pasar yang ada di beberapa kabupaten yang ada di Pulau Flores ternyata berasal dari  Moni,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya