Selasa 05 Oktober 2021, 13:51 WIB

Menghidupkan Kembali Seni Wayang dan Topeng Banjar

Denny Susanto | Nusantara
Menghidupkan Kembali Seni Wayang dan Topeng Banjar

MI/Denny Susanto
Tari Topeng Banjar

 

JELANG senja, kawasan wisata alam Pagat di Kecamatan Batu Benawa kembali ramai dikunjungi warga untuk menyaksikan pagelaran tari topeng Banjar. Ini merupakan rangkaian dari kegiatan launching kopi lokal Pegunungan Meratus sekaligus menandai dibukanya kembali obyek wisata alam Pagat yang selama dua tahun terpaksa ditutup karena aturan terkait pandemi covid 19.

Alunan suara gamelan dan musik karawitan mengiringi tarian topeng banjar yang dibawakan seorang penari wanita bernama Yulanda dengan lemah gemulai. Pendopo kecil yang dijadikan lokasi pementasan tarian topeng pun ramai dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung tarian topeng khas banjar ini.

Yulanda menarikan tari topeng karakter Patih. Tari topeng sendiri ada bermacam-macam sesuai jenis topeng yang digunakan sang penari. Ada beberapa jenis tari topeng yang sering ditampilkan seperti Pamindu, Patih, Kalana, Gunung Sari, Pinambi, Temanggung, dan Panji.

"Pagelaran wayang dan tari topeng banjar ini kita tampilkan dengan sederhana karena berbagai keterbatasan. Kami mengapresiasi upaya Pemda untuk melestarikan seni budaya yang kini semakin ditinggalkan," ungkap Koordinator Pagelaran Wayang dan Tari Topeng Banjar Arie Yuandani.

Baca juga:  Wayang Topeng Malangan bukan sekadar Seni Tradisi

Sehari sebelumnya juga digelar Wayang Kulit Banjar dengan dalang Radiman Dimansyah. Pagelaran wayang yang memasukkan cerita tentang batara kala dan pengerusakan kawasan hutan meratus ini menampil ratusan wayang kulit berusia tua dan bernilai sejarah.

Serupa dengan wayang kulit Jawa pada umumnya, bentuk pertunjukan maupun tokoh pewayangan yang digunakan juga sama berasal dari lakon mahabarata. Selain itu ada juga sesajen berupa dupa dan kue (wadai) 41 macam seperti wajik, dodol, kelapa, telor, pisang, tak ketinggalan kopi pahit.

Ratusan wayang kulit berusia tua bernilai sejarah peninggalan para dalang sebelumnya, perangkat gamelan dan topeng juga dipamerkan. Arie, seniman banjar yang lama bermukim di Bali ini menceritakan bahwa seni wayang dan tari topeng Banjar sudah berusia ratusan tahun, seiring masuknya budaya Jawa ke tanah Borneo pada jaman kerajaan Majapahit.

Plt Sekretaris Daerah Ahmad Yani yang juga dikenal sebagai seorang seniman dan pecinta lingkungan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mengatakan, pagelaran wayang dan tari topeng banjar merupakan salah satu upaya untuk melestarikan seni budaya daerah yang terancam punah.

Desa Barikin, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dikenal sebagai kampung seniman. Sebagian besar warga bisa memainkan gamelan, menari topeng hingga membuat topeng yang diwariskan secara turun temurun.

Di desa ini pula mendiang Astaliah seorang maestro tari topeng banjar tinggal. Keturunan Astaliah tidak ada yang menjadi penerus menari topeng. Kini keahlian tari topeng diteruskan keturunan dari penopengan Sabariah, istri dari almarhum Dalang Buserajudin, turun ke penari topeng Ningsih dan turun lagi sekarang ke generasi muda Yelsa Amanda dan Yulanda.

Kini masyarakat dan para pemuda Desa Barikin berupaya menghidupkan kembali seni tari topeng banjar. Kesenian wayang dan tari topeng banjar berkembang pada jaman kerajaan Nagara Daha dan Kesultanan Banjar.(OL-5)
 

Baca Juga

dok.humas

Binda Sulsel Vaksinasi Calon Jemaah Haji dan Umrah

👤Lina Herlina 🕔Minggu 23 Januari 2022, 20:22 WIB
SEBANYAK 37 calon jemaah haji dan umrah mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar Binda Sulsel, di kantor PT Marhaban Makkah Madinah,...
Antara/Ardi Terirsti Hardi

Kolaborasi KKN UGM-UIN Raden Fatah Berdayakan Warga Desa Sungsang di Sumsel 

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Minggu 23 Januari 2022, 20:15 WIB
UGM sebagai suatu perguruan tinggi nasional berkomitmen dalam pelaksanaan dan pengembangan program...
DOK Kominfo Garut.

Siswi di Garut Meninggal setelah Beberapa Hari Divaksinasi Covid-19

👤Kristiadi 🕔Minggu 23 Januari 2022, 19:45 WIB
Pemeriksaan terus dilakukan oleh tim dokter karena pada Jumat (21/1) pagi kondisi anak kembali mengalami muntah dan disertai sakit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya