Senin 27 September 2021, 19:04 WIB

Pemkab Badung Berencana Mereplikasi Teknologi RDF untuk TPST Mengwitani

Mediaindonesia.com | Nusantara
Pemkab Badung Berencana Mereplikasi Teknologi RDF untuk TPST Mengwitani

MI/LILIK DARMAWAN
Ilustrasi

 

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, berencana akan mereplikasi teknologi Refused Derived Fuel (RDF) yang dimiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Samtaku Jimbaran, Badung untuk diterapkan di TPST Mengwitani, Badung.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah itu sebagai langkah antisipasi penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung yang rencananya akan dilakukan Januari 2022 mendatang.

"Di TPA Suwung sampahnya sudah setinggi 45 meter. Dan dengan rentang waktu tiga bulan ini yang paling mungkin dilakukan adalah mereplikasi teknologi RDF yang ada di Samtaku Jimbaran pada TPST Mengwitani," ujar Sekretaris Daerah Badung I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Senin.

Teknologi Refused Derived Fuel adalah teknologi yang mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan, rendah emisi untuk menggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Sekda Adi Arnawa menjelaskan, teknologi itu dinilai ideal untuk diterapkan saat ini dan dikembangkan langsung oleh PT. Remaja (Jimbaran) dengan teknologinya yang bersifat pabrikasi, tidak dijual di pasaran karena diproduksi sesuai dengan volume dan karakteristik sampah di wilayah setempat.

"Dalam rentang waktu tiga bulan ini, harus diantisipasi minimal sampah di Badung jangan sampai tidak bisa ditangani, bagaimana dilakukan tindakan cepat yang mana harus didahulukan," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga akan memanfaatkan aset yang dimiliki Pemkab Badung untuk membuka TPST yang baru lagi dan tidak mengandalkan TPST yang sudah sudah ada.

"Target kami awal Januari sudah bisa digunakan sehingga besok kami sudah siap dalam menangani sampah sebanyak 337,03 ton per hari. Ini menjadi atensi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta untuk menangani sampah sebanyak itu," ungkap Sekda Adi Arnawa.

Untuk itu, ia juga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera berkoordinasi untuk menyiapkan rencana pengolahan sampah tersebut. "OPD yang terkait harus bersinergi jangan bergerak sendiri sendiri, awal tahun depan kami harus menyelesaikan ini, prinsipnya silahkan ambil langkah-langkah yang terbaik dan maksimal. Saya minta komitmen dari semuanya dan harus tuntas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Wayan Puja menjelaskan, timbulan sampah yang ada di Badung dari tingkat rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga tiap harinya mencapai 337,03 ton per hari.

Sedangkan, berdasarkan data yang dimiliki sampah pantai tercatat sebanyak 4.296 ton selama 20 Desember 2020 hingga 14 Maret 2021.

"Proyeksi penanganan sampah ke depannya, kami lakukan 13 ton per hari di TPST Mengwitani dengan teknologi incinerator, 100 ton per hari di TPST Samtaku Jimbaran, Obsesi Replikasi teknologi RDF di TPST Mengwitani dengan kapasitas 300 ton per hari. Sehingga total yang bisa diselesaikan sebanyak 413 ton per hari. Jadi timbulan sampah dapat dituntaskan dalam satu hari," katanya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

dok.mi

Direktur Indomaret Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Cipularang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 12:20 WIB
DIREKTUR PT Indomarco Prismatama, pengelola jaringan minimarket Indomaret, Yan Bastian (62) meninggal dalam kecelakaan di Tol Cipularang,...
MI/Dwi Apriani

Sungai Meluap, 140 Rumah Terdampak Banjir di Ogan Komering Ulu

👤Atalya Puspa 🕔Senin 18 Oktober 2021, 12:08 WIB
Kurang lebih 140 rumah terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 50-150...
Ant/Aditya Pradana

Civitas UPI Raih 50% dari Perolehan Medali Jabar di PON XX Papua

👤Naviandri 🕔Senin 18 Oktober 2021, 12:04 WIB
JAWA Barat menjadi juara umum PON XX Papua, separuh medali Jawa barat diraih atlet dari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya