Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INOVASI menjadi kata kunci dalam mengembangkan industri digital
yang saat ini semakin meluas. Talenta-talenta muda yang akan membangun
karier profesional di bidang tersebut perlu diasah agar semakin inovatif dan menghasilkan solusi teknologi yang dibutuhkan masyarakat.
Kondisi itulah yang mendasari Masyarakat Industri Kreatif Digital Indonesia (MIKTI) merancang Startup Merdeka. Program berformat studi independen bersertifikat ini dirancang untuk memandu mahasiswa mempraktikan secara langsung berbagai metode dalam proses pengembangan produk berbasis inovasi teknologi. Rancangannya mulai dari tahap validasi permasalahan, rumusan ide solusi, validasi target pasar dan pengembangan prototipe produk versi awal.
Ketua Umum MIKTI Joddy Hernady mengatakan, di tengah pesatnya
perkembangan industri berbasis inovasi teknologi saat ini, kampus
memiliki peran yang semakin signifikan. Kampus berperan dalam melahirkan perintis usaha (startup founder) yang andal dalam menghadirkan solusi teknologi yang berdampak luas bagi masyarakat.
"Berbagai usaha rintisan digital lokal yang menjelma menjadi raksasa
teknologi seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka tak lepas
dari kehadiran talenta-talenta yang kompeten dari bangku kuliah,"
katanya, Kamis (23/9).
Namun, menurutnya, para generasi penerus tersebut harus terus berinovasi agar peluang semakin terbuka. "Karena itulah pengenalan metode pengembangan inovasi sedini mungkin mutlak diperlukan agar lulusan kampus dapat lebih siap terjun ke industri, baik
sebagai profesional maupun wirausahawan."
Joddy optimistis program Startup Merdeka mampu merangsang mahasiswa untuk terus berinovasi.
Program yang didukung ZTE ini menggunakan platform khusus inipun sejalan dengan hadirnya kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
"Startup Merdeka ini akan memfasilitasi mahasiswa untuk mempelajari
sejumlah metodologi inovasi yang sudah diterapkan secara luas di tingkat global," ujarnya.
Nantinya, tambah dia, dalam program berdurasi 14-16 pekan (20 SKS) ini
peserta akan didampingi langsung oleh para mentor yang memiliki
pengalaman lebih dari 10 tahun di berbagai bidang startup dan proses
inovasi berbasis teknologi. Startup Merdeka akan memfasilitasi mahasiswa sebagai calon pendiri startup untuk memulai langkah lebih dini sejak bangku kuliah.
Menurut Joddy, saat ini terdapat 110 mahasiswa yang siap memulai
perjalanannya sebagai startup founder maupun profesional di industri
inovatif. Mereka berasal dari berbagai daerah mulai dari Aceh hingga
Sulawesi.
"Saat kick off program ini secara virtual (Rabu, 15 September), dihadiri oleh seluruh peserta, dosen perwakilan dari perguruan tinggi peserta berasal, serta MIKTI selaku pengelola program dan ZTE selaku sponsor program," ujarnya.
Pada acara tersebut juga diselenggarakan sesi kuliah umum mengenai : Mentalitas Founder, oleh Hari S Sungkari, seorang digitalpreneur dan mentor. Ia merupakan Deputi Badan Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf.
Dalam paparannya, Hari menjelaskan, wirausahawan tidak dibangun dalam satu dua hari saja. "Semuanya butuh proses, apalagi usia mahasiswa masih muda. Ini merupakan kesempatan emas untuk sebanyak mungkin belajar, sebanyak mungkin mencoba, menjalani berbagai proses," ujarnya.
Saat ini, menurutnya, banyak sekali program dan kesempatan yang bisa
dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menjadi seorang pendiri startup.
Ekosistem dan teknologi saat ini sangat mendukung, tinggal dimanfaatkan
sebaik-baiknya.
Hari menambahkan pada saat proses pendanaan, Venture Capital akan melihat karakter dari founders. Karena itu modal terbesar dari sebuah startup adalah Founder Character.
Program Startup Merdeka juga disambut baik oleh berbagai kampus perguruan tinggi. Sejumlah perguruan tinggi mengharapkan kerja sama berkelanjutan dengan MIKTI untuk dapat lebih mengembangkan program sejenis di kampusnya sehingga dapat memfasilitasi lebih banyak mahasiswa yang tertarik pada bidang inovasi teknologi dan
startup.
"Program ini telah dirancang agar sesuai dengan ketentuan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sehingga
memudahkan kami (pihak kampus) untuk melakukan konversi SKS sesuai
panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka," kata Dekan Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara, Fahmi.
Ia mengaku antusias dengan program Startup Merdeka ini. "Kami ingin semakin banyak mahasiswa yang berani untuk mewujudkan idenya menjadi startup." (N-2)
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Diskusi berfokus pada bagaimana Indonesia dan Australia dapat memperkuat kolaborasi di bidang teknologi, kewirausahaan, dan inovasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi kemitraan strategis antara 24 perusahaan rintisan (startup) Indonesia terpilih dengan korporasi dan ekosistem startup luar negeri.
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved