Senin 20 September 2021, 11:45 WIB

Warga di Wilayah Operasi Parigi Moutong Tetap Beraktivitas

M Taufan SP Bustan | Nusantara
Warga di Wilayah Operasi Parigi Moutong Tetap Beraktivitas

MI/Palce Amalo
Ilustrasi

 

WARGA yang bekerja sebagai petani dan pekebun di wilayah operasi Madago Raya, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tetap beraktivitas meski perburuan terhadap empat Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terus dilakukan tim gabungan TNI dan Polri.

Salah satu warga yang bekerja sebagai petani I Made mengatakan, aktivitas warga tetap berjalan normal. Meski masih ada operasi perburuan teroris, tidak membuat mereka harus berhenti menggarap lahan pertaniannya.

"Tetap beraktivitas. Apa lagi ini memasuki musim tanam padi," kata I Made saat ditemui Media Indonesia di Desa Tolai, Kecamatan Torue, Senin (20/9).

Menurutnya, sebagian petani di Desa Tolai sudah terbiasa beraktivitas di tengah operasi berlangsung.

"Kami merasa aman-aman saja karena jauh dari aktivitas DPO teroris yang diburu. Rasa aman kami rasakan juga karena ada TNI dan Polri rutin patroli," ungkap I Made.

Warga lainnya di Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, Iwan Ahmad mengaku, aktivitas pekebun di wilahnya juga tetap berjalan. Meski sebelumnya saat terjadi bakutembak di Desa Astina, Sabtu (18/9) lalu, sebagian pekebun istirahat mengurus kebunnya.

"Sekarang warga sudah kembali ke kebunnya masing-masing. Kami berharap empat DPO teroris yang tersisa bisa segera ditangkap," tandas Iwan yang diketahui sebagai pekebun biji kakao.

Kepala Penanggung Jawab Kendali Operasi Satgas Madago Raya Irjen Rudy Sufahriadi memastikan, perburuan terhadap empat DPO teroris MIT yang masih bergeriliyah di hutan pegunungan Poso, Parigi Moutong, dan Sigi terus diburu.

"Kami ingin membebaskan Sulawesi Tengah dari aksi terorisme. Oleh karena itu, DPO yang tersisa empat orang akan diburu sampai dapat hidup atau pun mati," tegasnya kepada sejumlah jurnalis saat menggelar barang bukti di Polres Parigi Moutong, Minggu (19/9).

Kapolda Sulteng itu menambahkan, empat orang DPO yang tersisa itu adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

"Jika mereka menyerahkan diri akan diproses hukum. Namun, jika mereka tidak menyerahkan diri, Satgas akan melakukan tindakan tegas terukur," tutup Rudy.

Sebelumnya, pemimpin MIT Ali Kalora dan seorang pengikutnya Jaka Ramadan, tewas dalam baku tembak dengan Satgas Operasi Madago Raya di pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Sabtu (18/9) sekitar pukul 18.15 WITA.

Pasca baku tembak itu, satgas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu pucuk senjata api laras panjang jenis M16, amunisi, bom rakitan, peralatan masak, pakaian, dan pelbagai barang bukti lainnya. (OL-13)

Baca Juga: Jenazah Ali Kalora Dimakamkan di Palu Demi Keamanan

 

 

 

Baca Juga

ANTARA

Sapi Terjangkit PMK di Cianjur Jalani Masa Karantina

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 18:22 WIB
TIM Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah isolasi terhadap hewan ternak sapi yang...
dok.ist

Emak-emak Jabar Pilih Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:44 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi Presiden Indonesia di...
DOK MI.

26 Orang Hilang setelah Feri Tenggelam di Selat Makassar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:05 WIB
Pekan lalu, feri yang membawa lebih dari 800 orang kandas di perairan dangkal di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan terjebak selama dua hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya