Senin 30 Agustus 2021, 14:45 WIB

Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Sawah Petani di Banyuasin

Dwi Apriani | Nusantara
Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Sawah Petani di Banyuasin

MI/Haryanto
Padi diserang hama wereng.

 

SEJUMLAH petani padi di Desa Perajen Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin sepertinya tidak bisa melakukan hasil panen yang optimal. Sebab, puluhan hektare lahan sawah di wilayah tersebut terserang hama Wereng Batang Coklat (WBC).

Serangan hama tersebut membuat tanaman padi petani yang sedang menunggu masa panen rusak.

"Mestinya 2 sampai 3 minggu lagi mau panen. Tapi, tiba-tiba terserang hama hingga batang padinya menjadi layu," kata Mat Sani, 56, salah seorang petani, kemarin.

Sani menjelaskan, hama tersebut menyerang hampir seluruh lahan sawah di desa itu. Sani mengaku kurang mengetahui persis jenis hama yang menyerang.

Menurutnya, hama tersebut berbentuk seperti serangga yang menempel pada batang padi. Lalu, serangga tersebut meninggalkan cairan yang membuat batang padi menjadi layu.

"Kalau serangannya baru tahun ini. Kami juga kurang tahu jenis hamanya," terangnya.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan petani. Mulai dari penyemprotan pestisida maupun obat tradisional lainnya. Hanya saja, hama tersebut masih terus berdatangan.

"Serangannya kan hampir di seluruh lahan sawah. Sehingga, kalau hanya lahan kita yang dibersihkan hamanya, sementara yang lain tidak. Hamanya bisa kembali lagi. Makanya, kami petani ini saling tunggu saja," ucapnya.

Sani berharap, pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian bisa memberikan solusi terhadap masalah yang tengah dialami petani.

"Kami harap ada bantuan. Soalnya kami sudah keluar modal besar hingga hampir panen seperti sekarang ini. Kalau dibiarkan, takutnya seluruh sawah gagal panen," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono menuturkan, pihaknya telah mendapat laporan terkait serangan hama yang menyerang petani di Desa Perajen.

Menurutnya, hama yang menyerang lahan sawah petani tersebut tidak hanya menyerang Desa Perajen saja. Tapi juga di beberapa desa di Kecamatan Banyuasin I.

"Hasil monitoring kami, padi terserang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) WBC (Wereng Batang Coklat)," kata Bambang.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) dan gerakan pengendalian OPT WBC. Ia mengatakan, serangan OPT WBC telah membuat sejumlah lahan sawah mengalami gagal panen.

"Khususnya pada sawah yang ditanam varietas ketan. Namun, setelah adanya upaya pengendalian, OPT WBC sudah mulai berkurang," ucapnya.

Ia menjelaskan, luasan sawah yang terserang WBC mencapai 10 hektare. Rinciannya, 7 hektare mengalami serangan ringan dan 3 hektare intensitas terserang sedang.

Sebagai langkah menekan perkembangan populasi dan perluasan serangan WBC, BPT wilayah I Palembang telah membantu sarana pengendali berupa pestisida kimia. Seperti Buprosida sebanyak 30 liter, Lugens sebanyak 10 liter dan Avidor 10 kilogram.

"Bantuan tersebut merupakan stimulan bagi petani dalam pengendalian OPT WBC. Petani juga dianjurkan waspada terhadap perkembangan OPT dengan melakukan pengamatan bersama petugas POPT setempat," pungkasnya. (DW/OL-10)

Baca Juga

MI/Kristiadi.

Satpam Bank BJB Tangkap Pembobol Mesin ATM di Tasikmalaya

👤Kristiadi 🕔Minggu 23 Januari 2022, 15:10 WIB
Setelah lima menit, pelaku langsung beraksi di ruangan itu dengan membuka paksa brankas uang bagian bawah dengan memakai tangannya...
Antara/Arnas Padda.

Sulawesi Selatan Temukan Kasus Pertama Omikron

👤Lina Herlina 🕔Minggu 23 Januari 2022, 14:50 WIB
NA saat ini sudah menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Dg Ngalle...
DOK BIN

BIN Jabar Terus Gencarkan Vaksinasi Covid-19

👤Naviandri 🕔Minggu 23 Januari 2022, 13:35 WIB
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung menyebutkan pihaknya mengalami kesulitan untuk pemberian vaksinasi kepada anak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya