Kamis 26 Agustus 2021, 17:12 WIB

Polisi Libatkan Ahli dalami Kasus Dugaan "Fetish" Mukena

Mediaindonesia | Nusantara
Polisi Libatkan Ahli dalami Kasus Dugaan "Fetish" Mukena

Dok.MI
Ilustrasi

 

KEPOLISIAN Resor Kota (Polresta) Malang Kota melibatkan sejumlah ahli selama penyelidikan terkait dengan kasus dugaan fetish mukena di Kota Malang, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo di Kota Malang,, Kamis, menyebutkan sejumlah ahli tersebut meliputi ahli bahasa dan ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE) dari salah satu universitas di Kota Malang.

"Saat ini kami akan melaksanakan koordinasi dengan ahli ITE dan ahli bahasa terkait dengan bukti-bukti yang diajukan oleh pelapor," kata Tinton.

Selain berkoordinasi dengan ahli tersebut, pihaknya juga tengah mendalami dan melakukan analisis terkait dengan kasus dugaan fetish mukena terhadap sejumlah perempuan di kota itu.

Saat ini pihaknya juga tengah melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak, termasuk mengumpulkan bukti-bukti dan fakta-fakta terkait dengan kasus tersebut.

"Setelah melakukan klarifikasi, mengumpulkan bukti-bukti dan fakta-fakta, termasuk koordinasi dengan ahli, kami akan melakukan gelar perkara," katanya.

Menurut dia, pelaksanaan gelar perkara tersebut akan menentukan unsur tindak pidana pada aduan yang dilaporkan oleh sejumlah perempuan itu.

Baca juga: Ratusan Warga Ikut Serbuan Vaksinasi TNI dan Polri di Klaten

Hingga saat ini sudah ada tiga orang saksi korban yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Polresta Malang Kota sampai saat ini belum melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku yang berinisial D. Status aduan dugaan fetish mukena tersebut, saat ini juga masih dalam tahap penyelidikan, atau belum naik ke tahap penyidikan.

"Ini masih pada penyelidikan, belum penyidikan. Semua yang akan dianalisis," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah korban dugaan fetish mukena di Kota Malang mendatangi polresta setempat untuk melaporkan kejadian dugaan fetish mukena yang mereka alami.

Salah seorang korban berinisial AR membuat aduan terkait dengan dugaan fetish tersebut.

Kasus itu muncul usai salah seorang korban lain berinisial JT membuat sebuah thread pada akun Twitter pribadinya terkait dengan dugaan fetish tersebut.

Setelah itu, beberapa perempuan lain juga mengaku mengalami hal serupa.

JT yang merupakan salah seorang model perempuan di Kota Malang diduga menjadi korban fetish oleh seseorang yang memiliki akun media sosial.

Kejadian itu setelah korban tersebut melakukan sesi pemotretan untuk sebuah produk mukena.

Namun, foto-foto tersebut oleh terduga D tidak untuk mempromosikan produk mukenanya, tetapi mengunggah foto-foto tersebut pada akun yang diduga merupakan akun fetish milik D.(Ant/OL-4)

Baca Juga

dok.ist

Sikap Petani Di Bergas Lor Curi Perhatian Ganjar

👤Haryanto 🕔Rabu 29 Juni 2022, 07:10 WIB
ADA peristiwa tak terduga pada Peringatan Bulan Soekarno di Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, seorang petani berdiri tegak...
Ant/Mohammad Ayudha

PLTSA Putri Cempo Diuji Cobakan Hasilkan Listrik

👤Widjajadi 🕔Rabu 29 Juni 2022, 07:05 WIB
PROYEK Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang merupakan proyek pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah di Kota...
ANTARA/Andreas Fitri

Gubernur DIY Terima Bintang Tanda Jasa dari Kaisar Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:10 WIB
Tanda jasa itu diserahkan oleh Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji kepada Sri Sultan, disaksikan GKR Hemas bersama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya