Sabtu 21 Agustus 2021, 19:00 WIB

Fasilitas Isolasi Apung Terpusat Mulai Beroperasi di Pelabuhan Belawan

Yoseph Pencawan | Nusantara
Fasilitas Isolasi Apung Terpusat Mulai Beroperasi di Pelabuhan Belawan

ANTARA/Fransisco Carolio
Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution mengunjungi Isolasi Apung Terpusat

 

Pemerintah Kota Medan, Sumatra Utara, bekerja sama dengan Pelindo 1 dan Kementerian Perhubungan mulai mengoperasikan Kapal Motor Bukit Raya sebagai fasilitas isolasi terapung di Pelabuhan Belawan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan salah satu upaya pemerintah dalam
menangani pandemi covid-19 saat ini adalah dengan penyediaan fasilitas
isolasi terapung (isoter). "Kita berinisiatif menggunakan kapal Pelni sebagai isoter," ujarnya saat mengunjungi KM Bukit Raya dengan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (21/8).

Ia menambahkan selama ini fasilitas isolasi selalu berada di darat, tetapi mulai kini fasilitasi isolasi juga ada yang dioperasikan di atas air atau terapung. melihat banyaknya kapal Pelni yang tidak dioperasikan selama masa pandemi maka dipilihlah armada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai fasilitas isoter.

Untuk Kota Medan, KM Bukit Raya akan diturunkan sebagai fasilitas isoter. Kapal itu diplot menjadi fasilitas isoter bagi pasien covid-19 yang berasal dari Kota Medan dan sekitarnya.

Erick memaparkan, Presiden Joko Widodo ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal. Salah satunya dilakukan dengan
penyediaan fasilitas isoter.

Dia berharap pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri dapat menggunakan isoter karena sudah dilengkapi dengan berbagai layanan. Di antaranya tenaga pendampingan, tenaga kesehatan dan obat-obatan.

Kapal ini juga bisa menjadi alternatif ruang isolasi bagi pasien covid-19 tanpa gejala. Hal itu diyakini dapat mempercepat kesembuhan dibandingkan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pengoperasian kapal sebagai isoter di Belawan pun, kata Erick, sebenarnya bukan hal yang baru. Terobosan ini sebelumnya sudah dilaksanakan di Makassar dan berjalan dengan baik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, KM Bukit Raya telah tiba di Pelabuhan Belawan, pada Senin (16/8). Kapal ini menyediakan 463 tempat tidur. Untuk pasien disediakan 450 tempat tidur dan sisanya bagi tenaga kesehatan.

Pemkot Medan pun dipastikannya telah melakukan pembenahan dan penataan
bentuk dalam kapal. Hal itu dilakukan agar kapal dapat difungsikan sebagai fasilitas isolasi yang sudah merawat pasien mulai hari ini.

Didukung Penuh Pelindo 1

Keberadaan KM Bukit Raya, yang menjadi fasilitas isoter
bagi pasien covid-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala di Pelabuhan Belawan, juga mendapat dukungan penuh Pelindo 1.

Direktur Utama Pelindo 1 Prasetyo memastikan pihaknya menyediakan berbagai kebutuhan kapal, mulai dari dermaga sandar hingga fasilitas lainnya.

"Ini sebagai bentuk komitmen dari kami mendukung upaya percepatan
penanganan covid-19 di Kota Medan," ujarnya.

Dia memaparkan, untuk KM Bukit Raya, Pelindo 1 memberikan pelayanan
berupa penyediaan fasilitas dermaga selama kapal bersandar. Lalu memberikan suplai air bersih melalui PDAM Tirtanadi.

Pelindo 1 juga memastikan keamanan selama fasilitas isoter itu beroperasi. Mereka menerjunkan patroli keamanan, rambu-rambu keamanan, signage HSSE, portable portals, marka darurat, parking area dan posko kesehatan.

Perusahaan kepelabuhanan pelat merah di wilayah Indonesia bagian Barat itu juga telah membuka akses/jalur khusus ke arah kapal. Kemudian mendirikan pembatas portable untuk meminimalkan akses ke kegiatan bongkar muat.

Bukan itu saja, lanjut Prasetyo, Pelindo 1 bersama Pelni juga akan membuat beberapa program pendukung untuk pasien, berupa kegiatan olahraga dan rekreasi.

Pasien akan dapat melakukan beberapa jenis olahraga seperti senam, tenis meja dan catur. Adapun kegiatan yang bersifat rekreasi di antaranya memancing, menonton film dan berjemur.

Pelindo 1 juga akan menyediakan makanan dan minuman ringan yang sehat yang diproduksi oleh UMKM mitra binaannya. Perusahaan juga menyediakan 100 porsi makanan untuk pasien selama satu bulan serta logistik untuk non-pasien, berupa food & beverage.

Secara nasional, terang Prasetyo, selama ini Pelindo 1 terus mendukung
penanganan pandemi, baik di dalam maupun di luar wilayah kerjanya.

Antara lain bantuan sembako dan masker kepada masyarakat yang terdampak
serta bantuan alat pelindung diri untuk rumah sakit dan puskesmas. Kemudian pembagian buah-buahan kepada pasien covid-19 dan tenaga kesehatan.

Selanjutnya penyediaan fasilitas untuk vaksinasi massal serta bantuan
pemulihan covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet dan Nakes RSDC Simprug. (N-2)

 

Baca Juga

dok.mi

Jari 98 Apresiasi Kapolda Banten karena Humanis

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 07:16 WIB
JARINGAN Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) mengapresiasi pemberian penghargaan dari Forum Wartawan Jakarta kepada Kapolda Banten Irjen...
Medcom

Anggota Polres Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sendiri

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 07:15 WIB
Kasus tewasnya Momon itu sempat menghebohkan warga setempat, termasuk institusi Polri, khususnya Polres...
MI/Arnold

Pemimpin Agama Hindu Se-Nusantara Gelar Doa Bersama di Pura Besakih

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 06:30 WIB
Pelaksanaan doa bersama yang dilakukan lebih dari 100 orang pinandita yang berasal dari seluruh Nusantara tersebut, bertujuan menjaga...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya