Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Ciamis, Jawa Barat distribusikan 1.000 ton beras bantuan pangan non tunai. Bantuan tersebut untuk keluarga harapan selama pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Kabupaten Ciamis masih berada di zona merah atau risiko tinggi sehingga masuk dalam PPKM level 3. Tingkat keterisian ruang atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit mencapai 55,48 persen. Termasuk lima tertinggi BOR di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran, Bogor dan Majalengka.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, selama masa perpanjangan PPKM level 3 ini terus berupaya menurunkan penyebaran virus korona agar keterisian ruang menurun secara drastis. Akan tetapi, pemerintah daerah tetap akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat berupaya masyarakat memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas supaya peningkatan kasus bisa dikendalikan.
"Selama PPKM level 3 ini, kami tetap berupaya mendistribusikan beras bagi masyarakat tidak mampu agar mereka bisa bertahan menghidupi keluarga selama pandemi Covid-19. Kami juga mengecek ketersedian beras di Gudang Bulog di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, untuk disalurkan kepada masyarakat kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako atau BPNT Non PKH," kata Bupati Herdiat, Rabu (11/8).
Herdiat mengatakan, bantuan yang diterima dari pemerintah pusat ini akan diberikan kepada masyarakat di tengah PPKM. Didistribusikan oleh PT Pos ke rumah mereka agar tak terjadi kerumunan. Bantuan beras bagi masyarakat, ditargetkan akan selesai di bulan Agustus dan beras yang diterima nanti kualitasnya bagus, layak untuk dikonsumsi.
"Bantuan beras yang diberikan untuk kategori BPNT non PKH di Tatar Galuh Ciamis akan secepatnya diberikan. Kita tidak di lama-lama, karena kualitas beras akan menjadi turun dan saya tidak mau adanya beras busuk atau tidak layak makan sampai di masyarakat. Bantuan ini agar jangan sampai ada warga kelaparan minimal untuk mereka bisab bertahan hidup," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis Hendra Suhendra mengatakan, program penyaluran bantuan beras pada masa PPKM merupakan tahap ke dua tahun 2021. Bantuan beras tahap 2 sebanyak 1.019.400 kg atau 1.019,4 ton akan disalurkan kepada 101.940 keluarga penerima manfaat (KPM), bantuan pangan non tunai (BPTN) non PKH masing-masing mendapat 10 kilogram.
"Untuk program bantuan beras PPKM di tahun 2021 pada tahap satu sebelumnya sebanyak 800.580 kilogram atau 800,58 ton beras telah disalurkan pada 80.058 KPM-PKH dan BST masing-masing mendapatkan 10 kilogram. Akan tetapi, bantuan yang diberikannya agar meringankan beban mereka selama di rumah dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," paparnya. (OL-13)
Baca Juga: Pemerintah Izinkan WNA Masuk Indonesia dengan Syarat Ketat
Rencana pemberian bantuan pangan tersebut merupakan instruksi dari bupati.
Presiden Jokowi telah menyetujui untuk melanjutkan pemberian bantuan pangan beras 10 kg per bulan bagi 22 juta lebih Kelompok Penerima Manfaat (KPM). Meski tidak akan sampai Desember 2024.
Bantuan diberikan untuk mengurangi beban keluarga miskin, mengentaskan kemiskinan, menanggulangi kekurangan pangan dan gizi, serta menurunkan angka stunting.
Di Kota Sukabumi terdapat sebanyak 26.244 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan tersebut
Bantuan beras pemerintah yang digulirkan bagi KPM tentu sangat membantu di tengah kondisi beras yang langka dan harga yang mahal
Mereka rela mengantri sambil hujan-hujanan sejak pagi untuk mendapatkan jatah beras gratis sebanyak 10 kilogram
Truk boks ekspedisi warna orange datang dari arah Kota Banjar menuju Ciamis. Truk tiba-tiba menabrak jembatan ketika melewati jalan menurun
Pergerakan tanah akan makin meluas karena pergeseran tanah setiap harinya mencapai 1-3 sentimeter.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah harus diwaspadai bersama dan masyarakat tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga kewaspadaan.
. Beberapa bencana langsung ditangani oleh petugas BPBD yang melakukan assesmen serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Siswa kelas II, V dan VI itu mengalami gejala mual, muntah dan sakit perut usia mengonsumsi bubur kacang hijau, roti keju, dan puding.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved