Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN vaksinasi Covid-19 untuk kalangan guru sudah berjalan sejak Februari 2021, tetapi jumlah guru SMA sederajat di Sumatra Utara yang sudah mengikutinya baru menyentuh angka 70%. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Syaifuddin, mengatakan sampai sekarang belum seluruh tenaga pengajar tingkat SMA sederajat di provinsinya mengikuti Vaksinasi Covid-19.
"Untuk tenaga pengajar di tingkat SMA sederajat sebanyak 70% yang sudah divaksin," ujarnya, Jumat (2/7).
Dia tidak mengungkapkan alasan lain mengapa hingga kini baru sebanyak itu kalangan guru SMA sederajat yang sudah divaksin. Selain alasan bahwa mereka yang belum divaksin karena memang tidak memenuhi syarat untuk diberikan vaksin. "Ada yang memang memiliki penyakit tertentu, atau ketika hendak divaksin dia sedang sakit," ujarnya.
Baca Juga: Enam Universitas di Sumut Teliti Tanaman Herbal Obat Korona
Terkait dengan penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sampai Agustus 2021 mendatang, dia mengaku sudah membentuk tim khusus. Tim itu bertugas memberikan pengetahuan pada orangtua dan tenaga pendidik mengenai apa yang harus dilakukan saat pembelajaran di masa pandemi. Tim ini juga akan mengevaluasi apakah di bulan Agustus mendatang sudah bisa diterapkan PTM terbatas, atau belum.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut Aris Yudhariansyah mengungkapkan, saat ini penambahan jumlah kasus terpapar Covid-19 di Sumut masih mencapai 100-200 orang per hari.
Meski tingkat penularan virus korona tergolong masih cukup tinggi tetapi dia memastikan ketersediaan tempat tidur perawatan pasien terpapar masih berada di angka 35%. "Artinya, jika ditinjau dari jumlah Bed Occupancy Rate (BOR), kita masih berada pada zona hijau," pungkasnya. (YP/OL-10)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved