Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK enam universitas di Provinsi Sumatera Utara akan berkolaborasi meneliti tanaman yang bisa menjadi obat herbal Covid-19 hingga Desember 2021. Pemprov Sumut akan memfasilitasi kolaborasi keenam universitas. Mereka adalah Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas HKBP Nommensen (UHN), Universitas Methodist, dan Universitas Prima Indonesia.
Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Restuti Hidayani Saragih mengungkapkan, penelitian oleh keenam universitas tersebut ditargetkan selesai paling lambat Desember 2021. "Bila semua berjalan sesuai rencana, tim ini akan melakukan penelitian paling lambat September dan berakhir di Desember," ujarnya, Selasa (29/6).
Keenam universitas yang dikolaborasikan ini dipilih karena memiliki fakultas kedokteran dan farmasi. Selain keenam universitas, penelitian ini juga akan melibatkan para ahli kesehatan dan ahli herbal.
Baca Juga: Sambiloto Berpotensi Jadi Obat Kanker
Dia meminta masyarakat mendoakan tim ini agar dapat memberikan hasil yang berdampak besar dalam pengobatan Covid-19. Restuti menerangkan, penelitian tanaman obat herbal Covid-19 dilakukan mengingat banyaknya tanaman di Sumut yang dianggap berkhasiat melawan virus dan meningkatkan imun tubuh.
Pandemi Covid-19 hingga kini belum dapat dipastikan kapan berakhir. Namun pemprov tidak ingin menunggu sehingga mencoba melakukan penelitian tanaman untuk mendapatkan obat herbal Covid-19.
Selain untuk mengobati Covid-19, obat herbal yang akan ditemukan nanti juga diharapkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan imun tubuh. Imun tubuh juga menjadi bagian penting dalam menghadapi penularan Covid-19.
Terpisah, Umar Zein, Ketua Sentra Penelitian dan Pengembangan Pengobatan Tradisional (SP3T), mengungkapkan ada sebanyak 30.000 lebih jenis tanaman di Indonesia yang bisa dijadikan sebagai obat herbal.
Salah satunya adalah sambiloto. Sambiloto merupakan salah satu tanaman yang banyak diteliti berbagai negara, seperti Tiongkok dan Thailand. "Secara in vivo dan in vitro maupun uji klinis, tanaman ini bermanfaat sebagai antivirus Covid-19. Tetapi tentu kita tidak bisa langsung menerima itu adalah obat Covid-19. Karena itulah kita mencoba membuktikannya melalui penelitian ilmiah," pungkasnya. (YP/OL-10)
Wacana herbal Indonesia menjadi produk unggulan sebenarnya telah muncul sejak 2000.
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya.
Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) harus didukung. Itu karena TSTH2 merupakan bagian dari langkah mewujudkan ketahanan pangan.
Kolaborasi itu mempertemukan dunia akademik, terutama hasil riset herbal dan kosmetika UGM, dengan industri.
Vmalety, jamu herbal berbentuk serbuk dengan rasa mixberry yang menyegarkan.
PAFI Kabupaten Kaur menekankan pentingnya penelitian ilmiah untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat herbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved