Jumat 02 Juli 2021, 07:05 WIB

Deflasi di Bali Dipicu Dinamika Daging Ayam dan Cabai Rawit

Arnoldus Dhae | Nusantara
Deflasi di Bali Dipicu Dinamika Daging Ayam dan Cabai Rawit

MI/Dwi Apriani
Harga daging ayam menyebabkan deflasi di Bali pada Juni 2021.

 

PROVINSI Bali kembali mengalami deflasi pada Juni 2021 sebesar 0,38% (mtm), lebih terbatas dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar 0,58% (mtm). Secara spasial, deflasi terjadi di Kota Denpasar sebesar 0,36% (mtm) dan Kota Singaraja sebesar 0,52% (mtm).

"Turunnya tekanan harga terjadi di kelompok volatile food, sedangkan kelompok core inflation dan administered prices tercatat meningkat," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Jumat (2/7).

Secara tahunan, Bali mengalami inflasi sebesar 0,58% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 1,07% (yoy) dan lebih rendah pula dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 1,33% (yoy). Kelompok volatile food mengalami deflasi sebesar 3,76% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan harga terlihat utamanya pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Penurunan harga daging ayam sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan stock ayam di Provinsi Bali. Adapun penurunan harga aneka cabai dan bawang merah disebabkan oleh meningkatnya pasokan di tengah distribusi antar wilayah yang membaik.

Kelompok barang core inflation mencatat inflasi sebesar 0,26% (mtm), terutama disebabkan oleh naiknya harga canang sari dan  emas perhiasan. Peningkatan harga canang sari meningkat seiring dengan banyaknya upacara adat dan keagamaan sepanjang bulan Juni 2021 yang dipercaya sebagai bulan baik bagi masyarakat Bali. Sedangkan peningkatan harga emas perhiasan mengkuti kenaikan harga emas dunia.

Kelompok barang administered price mencatat inflasi sebesar 0,28% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya, terutama bersumber dari naiknya tarif angkutan udara yang antara lain disebabkan oleh naiknya permintaan penerbangan ke Bali seiring program Work From Bali.

Bank Indonesia menilai inflasi Bali sampai dengan bulan Juli masih dalam keadaan rendah dan stabil (di bawah 2%). Beberapa upaya menjaga Kecukupan Pasokan akan terus dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota seperti kerja sama antar daerah. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk-produk pertanian (e-commerce) dan dalam produksi (digital farming) juga perlu terus didorong. (OL-13)

Baca Juga: Jumat ini Jakarta Cerah kata BMKG

 

Baca Juga

DOK MI

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Sumut Masih Rendah

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:34 WIB
CAKUPAN vaksinasi Covid-19 di Sumatera Utara masih jauh dari angka yang diharapkan. Rata-rata, vaksinasi tahap satu mencapai 56% dan tahap...
ANTARA

Pemkab Lamongan Siaga Bencana Hidrometeorologi

👤M Yakub 🕔Rabu 01 Desember 2021, 21:50 WIB
PEMKAB Lamongan, Jawa Timur waspada segala potensi bencana tanah longsor dan banjir luapan sungai Bengawan Solo yang...
DOK MI

Pemprov NTB: Surat Edaran Gubernur Soal Donasi Dipastikan Palsu

👤Yusuf Riaman 🕔Rabu 01 Desember 2021, 21:25 WIB
Pemprov NTB menegaskan surat edaran yang mengatasnamakan Gubernur tentang pemberian donasi kepada yayasan atau pondok pesantren di seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya