Sabtu 19 Juni 2021, 19:09 WIB

Desa Dauh Puri Kaja Data Penduduk Non Permanen Cegah Covid-19

Ruta Suryana | Nusantara
Desa Dauh Puri Kaja Data Penduduk Non Permanen Cegah Covid-19

MI/Ruta Suryana
Petugas dari Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar bersama Satgas Penanganan Covid-19 melakukan pendataan penduduk non permanen.

 

KEGIATAN mengantisipasi penyebaran covid-19 terus gencar dilakukan di Kota Denpasar. Tidak hanya yang menyangkut disiplin penerapan protokol Kesehatan (prokes), tapi juga aspek lainnya yakni pendataan penduduk non permanen. Tidak  hanya pagi, siang tapi juga malam hari.

Seperti yang dilakukan Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar bersama Satgas Desa melakukan pendataan penduduk non permanen  di wilayahnya. Perbekel (Kepala Desa) Dauh Puri Kaja I Gusti Ketut Sucipta  mengatakan pendataan penduduk ini juga untuk menciptakan tertib administrasi kependudukan dan keamanan wilayah.

Menurutnya di tengah pandemi covid- 19, pendataan penduduk non permanen menjadi perhatian terkait dengan mobilitas dan pergerakan
penduduk dari luar daerah sangat tinggi. Mengingat masyarakat mengalami kekhawatiran, karena penularan covid- 19 saat ini banyak terjadi.

"Kami secara rutin setiap hari Jumat (malam) melakukan pendataan penduduk non permanen ini," ungkapnya, Jumat (18/6) malam.

Dari pendataan itu, tercatat sebanyak 33 KK penduduk pendatang yang tidak melaporkan keberadaanya ke pihak lingkungan maupun Desa Dauh Puri Kaja. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya langsung memberikan pembinaan bahwa bagi penduduk pendatang yang tinggal di wilayahnya wajib melaporkan diri untuk tertib administrasi.

baca juga: Bali

Meskipun demikian pihaknya tetap memberikan pembinaan dan sosialisasi agar semua penduduk pendatang yang tinggal di wilayahnya harus melaporkan diri. Sehingga ketika terjadi sesuatu hal, pihak desa bisa melakukan penanganan yang cepat dan tepat.

Dalam upaya pencegahan penularan covid-19, Sucipta  memberikan sosialisasi agar  masyarakat taat mengikuti protokol kesehatan yakni
selalu menggunakan masker, sering cuci tangan, jaga jarak, tidak membuat kegiatan yang menciptakan kerumunan.

"Intinya bagaimana  dalam adaptasi kebiasaan baru ini masyarakat bisa produktif sekaligus aman dari covid- 19," pungkasnya. (N-1)

Baca Juga

MI/A Yakub

Perempuan Jenggala Gelar Vaksinasi Covid-19 di Gresik

👤Akhmad Yakub 🕔Minggu 26 September 2021, 19:07 WIB
VAKSINASI Covid-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur menjadi vaksinasi ke-9 dari rangkaian program vaksinasi Jelajah...
ANTARA/Nyoman Budhiana

Wagub: Bali Siap Sambut Kedatangan Wisatawan Mancanegara

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 17:30 WIB
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menegaskan daerah setempat sudah siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara,...
Antara/HO-KKP

Penyu Terbesar di Dunia Muncul di Kalimantan Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 17:01 WIB
Penyu Belimbing dengan panjang lengkung karapas 174 cm, lebar karapas 114 cm, dan lebar jejak 194 cm didapati tengah menggali lubang untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya