Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Kota Tua di Padang akan terlihat indah. Kawasan yang dipenuhi gedung tua itu akan 'dikelir' kembali sehingga nampak eksotik. Pemko Padang pun sudah menjalin kerja sama dengan salah satu produsen cat ternama.
"Kita akan menghidupkan kembali kawasan kota tua ini dengan mengecatnya," kata Wali Kota Padang Hendri Septa, Selasa (15/6).
Kawasan Kota Tua Padang yang akan dikelir berada di lahan seluas 32.690 meter persegi di Kecamatan Padang Barat. Rencananya, titik lokasi pengecatan yakni Jembatan Siti Nurbaya, Muaro, bangunan rumah tua, serta gedung tua lainnya.
Baca Juga: Pemkot Cirebon Siapkan Kota Pusaka untuk Destinasi Wisata
"Pengecatan ini tentunya tidak akan mengubah bentuk maupun keaslian gedung. Rona klasiknya nanti akan muncul kembali setelah dicat," tutur Hendri Septa.
Tujuan penting dilakukannya pengecatan di kawasan Kota Tua agar terlihat indah dan menarik. Nantinya, setiap pengunjung akan merasakan kembali suasana kota tua tempo doeloe di sini.
"Dengan konsep ini, pengunjung akan merasakan kembali ke masa lalu. Karena kita tahu, destinasi wisata yang disukai wisatawan saat ini adalah destinasi seperti itu," pungkas Hendri. (YH/OL-10)
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan penambalan jalan ini telah menyasar beberapa lokasi strategis dalam beberapa hari terakhir.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Penutupan jalan akan difokuskan pada tiga titik utama yang menjadi lokasi pusat kegiatan, yakni Jalan Teh, Jalan Cengkeh, dan Jalan Kunir 2 Dalam.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan wisata Kota Tua Jakarta, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
Petugas Sudin Tamhut Jakarta Barat, Coki, menyebut, 150 personel PJLP Sudin Tamhut diterjunkan untuk melakukan pembersihan.
Dengan integrasi moda transportasi yang kuat, Kota Tua tidak hanya akan menjadi destinasi wisata statis, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi Jakarta.
Revitalisasi yang telah direncanakan selama lebih dari satu dekade ini merupakan proyek strategis yang melibatkan kolaborasi lintas instansi dan berbagai disiplin ilmu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved