Kamis 03 Juni 2021, 16:34 WIB

Tanaman Padi Seluas 25 Hektare di Kulon Progo Gagal Panen

mediaindonesia.com | Nusantara
Tanaman Padi Seluas 25 Hektare di Kulon Progo Gagal Panen

Foto ANTARA/Sutarmi
Seluas 25 hektare tanaman padi di Kulon Progo gagal panen.

 

TANAMAN padi seluas 25 hektare dari 182 hektare di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dapat dipastikan gagal panen karena saluruan Irigasi Plelen di wilayah ini tidak ada air yang mengalir.

"Setiap musim tanam kedua, kami pasti gagal panen atau puso. Irigasi Plelen tidak ada air yang mengalir setiap pertengahan masa tanam. Kami sudah mengajukan suplisi dari Irigasi Kalibawang tapi gagal karena debit air juga sudah tidak bisa dimaksimalkan," kata Ketua Kelompok Tani Sido Dadi Dusun Karangasem, Desa Sidomulyo, Bingat Sudiyanto di Kulon Progo, Kamis (3/6).

Ia mengatakan setiap petani pasti harus merugi jutaan karena sudah mengeluarkan biaya untuk membeli benih, biaya tanam, hingga pembelian pupuk yang saat ini dibatasi.

"Kami ini harus mengadu kepada siapa. Kami sudah kesulitan membeli pupuk, dan harga jual produk pertanian murah, kenapa kami harus masih menanggung kerugian karena tananam padi kami puso setiap masa tanam ke dua. Kami berharap pemkab bergerak cepat mengatasi masalah air untuk pengairan di wilayah kami," harapnya.

Bingat mengatakan produktivitas tanaman padi di Desa Sidomulyo berkisar tujuh sampai delapan ton gabah kering panen per hektare. Produktivitas ini bisa dioptimalkan bila didukung dengan ketersediaan air yang mencukupi.

"Kami berharap pembangunan embung di Sidomulyo segera dibangun," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugroho mengatakan sudah memantau langsung kondisi lahan pertanian di Sidomulyo, khususnya wilayah Karangasem. Dari hasil pengamatannya, diakui bahwa debit air DI Pelelen sebagai penyuplai air lahan tersebut mengalami penyusutan sehingga menyebabkan gagal panen.

Pihaknya akan segera mengadakan pertemuan dengan instansi terkait di Kulon Progo untuk mencari solusi jangka panjang atas persoalan ini. Hal ini dikarenakan fenomena tahunan. Untuk merumuskan dua hal, pertama emergency yang ada untuk mengatasi masalah tetap ini, dan memberikan solusi jangka panjang dalam hal pengairan.

"Kami telah bertemu langsung dengan petani terdampak dan berjanji akan memberikan bantuan, salah satunya meminjamkan pompa air sementara. Pompa ini berfungsi menyuplai air dari DI lain ke lahan pertanian Karangasem dan sekitarnya," katanya. (Ant/OL-09)
 

Baca Juga

DOK Pribadi.

Tumbuhkan Gotong Royong, Tani Center IPB Gandeng PC NU Klaten

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 22:17 WIB
Tani Center IPB University, dengan berbekal kebanggaan terhadap kebinekaan bangsa serta pengetahuan tentang pertanian ekologis, berkomitmen...
MGN/ Triawati Prihatsari

Kapolda Jateng: Ledakan di Asrama Polisi Akibat Kelalaian Anggota

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 25 September 2022, 22:15 WIB
"Artinya saya pastikan bahwa ledakan di wilayah kita di daerah Sukoharjo, tidak ada unsur teror," ujar Kapolda...
Antara

Warga Evakuasi Polisi Korban Ledakan ke RS Moewardi Surakarta

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 25 September 2022, 21:45 WIB
Adapun ledakan kencang itu memakan satu korban, yakni Bripka Dirgantara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya