Jumat 14 Mei 2021, 16:34 WIB

Dukung Pemerintah, Warga Kampung Patunas Tolak Tamu Lebaran

Solmi | Nusantara
Dukung Pemerintah,  Warga Kampung Patunas Tolak Tamu Lebaran

Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi

 

MENDUKUNG pemerintah dalam pencegahan penyebaran pandemi Covid-19,  warga satu kampung di RT 13, Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir,  Kabupaten Tanjungjabung Barat,  Jambi,  sepakat menolak menerima tamu selama suasana Lebaran Idul Fitri Tahun 2021.

"Maaf, RT kami tidak terima tamu lebaran. Silakan silaturahmi virtual bae." Begitu bunyi penolakan yang tertera di spanduk yang terpasang di beberapa jalan masuk ke RT 13, Kampung Patunas, Tungkal IV Kota,  Tungkal Ilir, Kota Kuala Tungkal, semenjak H minus dua Lebaran Idul Fitri hingga sekarang.

Baca juga: Gempa 7,2 SR Guncang Nias Barat, tidak Berpotensi Tsunami

Tidak hanya di tepi jalan masuk kampung,  peringatan serupa juga terpampang di depan rumah rumah warga. Bagi yang tidak mampu menempa spanduk, warga menuliskannya di  lembaran karton kardus di dinding dan pagar rumah mereka.

"Kami sangat mendukung imbauan pemerintah untuk mencegah kerumunan pada suasana Lebaran Idul Fitri ini. Demi kebaikan dan keselamatan bersama.  Ini terpaksa kami lakukan, guna menghindar dari paparan Covid-19," ungkap Ketua RT 13 Kampung Patunas Ahmad Yani.

Ahmad Yani menambahkan, selain menolak tamu dari luar, ajang silaturahmi antarwarga setempat atau kunjung-mengunjungi rumah yang lazim dilakukan selama ini juga ditiadakan.

"Tidak ada kunjung-kunjungan. Silaturahmi kami lakukan melalui media sosial saja, " beber Ahmad Yani.

Tindakan warga Kampung Patunas diapresiasi positif oleh Wadan Satgas Covid-19 Ajun Komisaris Besar Guntur Saputro. Menurut Guntur yang juga menjabat Kepala Polres Tanjungjabung Barat,  langkah proaktif dari warga tersebut membantu menekan penyebaran Covid-19 di daerah pesisir timur Sumatra.

"Kami memberikan apresiasi yang tinggi ke warga Patunas. Kita berharap sikap proaktif warga ini menular kepada warga kampung lainnya,  sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19," harap Guntur.

Guntur menyebutkan, meskipun masih bertahan di zona orange,  jumlah korban terinfeksi di wilayah Tanjungjabung Barat ada lonjakan.

Berdasarkan data terkini dari Satgas Covid-19 setempat,  jumlah warga terpapar Covid-19 berjumlah 688 orang. Sebanyak 505 orang dinyatakan sembuh dan 14 orang meninggal.

"Ada lonjakan memang. Terkabar ada dari lingkungan kerja sebuah bank dan lokasi penambangan minyak dan gas. Informasinya masih kita rampungkan. Selain  pengawasan dan menggencarkan sosialisasi,  secara periodik kita kembali melakukan penyemprotan ke beberapa kawasan yang terbilang rawan, " jelas Guntur.  (OL-6)
 

Baca Juga

MI/SURYA SRIYANTI

Aparat Gandeng Pengelola Kuliner di Palangka Raya Lakukan Mitigasi Covid-19

👤Surya Sriyanti 🕔Rabu 23 Juni 2021, 13:15 WIB
Sejumlah kegiatan yang dilakukan  mulai dari sosialisasi hingga penegakkan protokol kesehatan (prokes) bersama Satgas...
dok.PT Timah tbk.

IUP Digarap Penambang Ilegal, PT.Timah Merugi Rp8 Miliar/bulan

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:35 WIB
PT. Timah Tbk mengaku, aktivitas penambangan ilegal wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) miliknya di Desa Air Inas Keposang Bangka...
MI/Ramdani

Akibat Pandemi, Pengusaha Travel di Temanggung Jual Aset

👤Tosiani 🕔Rabu 23 Juni 2021, 12:11 WIB
Abeng, salah seorang pengusaha travel, mengatakan terpaksa menjual lima unit kendaraan yang merupakan aset perusahaan. Hal itu ia lakukan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya