Jumat 14 Mei 2021, 15:11 WIB

HKBP Desak Pusat dan Daerah Selamatkan Hutan Sekitar Danau Toba

Apul Iskandar | Nusantara
HKBP Desak Pusat dan Daerah Selamatkan Hutan Sekitar Danau Toba

MI/Apul Iskandar
Banjir di sekitar Danau Toba.

 

HURIA Kristen Batak Protestan (HKBP) mendesak pemerintah pusat dan daerah, swasta, serta masyarakat agar segera membuat langkah konkret untuk menyelamatkan lingkungan hidup dan hutan di sekitar Danau Toba.

Ephorus HKBP Pdt Robinson Butarbutar mengatakan bahwa banjir bandang yang terjadi Kamis (13/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB, di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara merupakan dampak dari penurunan kualitas lingkungan dan hutan di sekitar Danau Toba.

"Banjir bandang serupa sudah terjadi beberapa kali. Seperti pada Desember 2018, Februari 2019, Juli 2020, yang mengakibatkan kerugian material di pihak masyarakat. Termasuk terganggunya arus lalu lintas di daerah tersebut," kata Pdt Robinson dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/5).

Baca Juga: Jaga Kualitas Air Danau Toba, Keramba di Silalahisabungan Ditertib

Pdt Robinson mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi Komite Gereja dan Masyarakat (KGM) HKBP dengan mitranya atas rentetan peristiwa tersebut, bahwa banjir-banjir bandang tersebut memiliki kaitan yang erat dengan aktivitas penebangan hutan di Sitahoan dan kawasan hutan Sibatuloting, baik untuk kepentingan hutan tanaman industri (penanaman eukaliptus), pemanfaatan kayu dan hasil hutan oleh para pengusaha lokal, ditambah oleh aktivitas pertanian masyarakat dalam skala yang jauh lebih kecil.

"Di Sualan sampai Tanjung Dolok, Parapat, terdapat sejumlah aliran sungai yang sumber airnya berasal dari Sitahoan dan Kawasan Hutan Sibatuloting. Kini, bila hujan deras terjadi, sungai-sungai kecil ini akan meluap dan membawa material lumpur dan bebatuan yang sangat mengancam, seperti yang sudah terjadi berulang kali,'' lata Pdt Robinson. ''Jika degradasi hutan terus berlangsung, banjir bandang di kawasan ini akan semakin sering terjadi. Sebagai danau vulkanik, secara umum struktur tanah di sekitar Danau Toba adalah tanah berpasir dan bebatuan dan topografinya berbukit-bukit. Fakta tersebut mengingatkan semua pihak akan besarnya potensi bencana serta terpanggil untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan hutan," ujarnya.

Oleh karenanya HKBP mendesak agar pemeliharaan lingkungan hidup dan hutan merupakan faktor penting keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan aneka fasilitas umum yang dibangun pemerintah pusat akhir-akhir ini di sekitar Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dengan harapan  membawa perbaikan kesejahteraan bagi rakyat.

"Pemerintah pusat dan daerah perlu mengkaji kebijakan yang lebih spesifik untuk menghentikan laju deforestasi, memberi sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada setiap pihak yang merusak alam, serta mengembalikan fungsi hutan di sekitar Danau Toba sebagai hutan alam untuk menyangga kelestarian dan keindahan Danau Toba, flora dan fauna, serta kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Ephorus mengungkapkan bahwa HKBP berkomitmen untuk menolong korban bencana alam. HKBP juga siap bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menjadi mitra menjaga lingkungan hidup dan hutan.

"HKBP mendorong dan mengapresiasi program reboisasi yang ramah lingkungan, terencana, dan konsisten. Kiranya Tuhan menguatkan kita untuk selalu menjaga kelestarian alam yang Dia ciptakan," ajaknya.

Pdt Robinson menjelaskan sesuai dengan Konfessi HKBP 1996 Pasal 5 tentang Kebudayaan dan Lingkungan, HKBP mempercayai bahwa Allah menciptakan manusia dengan tempat tinggalnya dan tempatnya bekerja di dunia ini.

"Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk memelihara dunia ini dengan tanggung jawab penuh (Kej. 2: 5-15). Kita menyaksikan tanggung jawab manusia untuk melestarikan semua ciptaan Allah (Mzm. 8: 4-10); menentang setiap kegiatan yang merusak lingkungan, seperti membakar dan menebang pohon di hutan atau hutan belantara (Ul. 5:15, 21; Ul. 19-20). Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan hutan yang berkesinambungan adalah panggilan kita sebagai warga gereja," tandasnya. (AP/OL-10)

Baca Juga

Antaranews.com

Pemkot Medan Targetkan Perbaiki Drainase Sepanjang 60 Kilometer

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 21:16 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatra Utara, menargetkan akan memperbaiki saluran drainase sepanjang 60 kilometer (km) yang telah...
DOK/BJB

Kinerja Digital Perbankan BJB Meningkat Signifikan

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 24 Juni 2021, 21:00 WIB
Kenaikkan semakin terasa di saat pandemi virus...
ANTARA

Bendungan Ladongi di Kolaka Timur Sultra Siap Beroperasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 Juni 2021, 19:51 WIB
Saat ini progres pembangunan dilaporkan mencapai 90,28% dan direncanakan dapat dilakukan pengisian air awal (impounding) pada Juli...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya