Kamis 06 Mei 2021, 17:20 WIB

Warga Nekat Mudik Lebaran, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

mediaindonesia.com | Nusantara
Warga Nekat Mudik Lebaran, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

dok.mi
Untuk mengantisipasi warga yang nekat mudik, pemerintah menyiapkan 381 titik penyekatan.

 

KENDATI sudah dilarang, pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mudik pada masa lebaran 2021 ini.

"Sebagian besar (34,55%) di antara mereka menggunakan mobil, sepeda motor (18,18%), dan sisanya terbanyak dengan bus dan pesawat," kata Sekretaris Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Marta Hardisarwono, dalam webinar yang diselenggarakan Divisi Humas Polri, di Jakarta, Kamis (6/5) .

Dalam webinar bertajuk "Larangan Mudik 2021: Diperketat Untuk Memastikan Covid 19 Terkendali itu, Marta menyampaikan, bahwa pemerintah menyiapkan 381 pos penyekatan untuk mencegah perjalanan pemudik ke kampung halaman masing-masing.

Titik penyekatan itu, lanjut Sesditjen Perhubungan Darat Kemenhub, ada di akses utama keluar masuk jalan tol dan non tol.

"Bagi yang nekat mudik akan diputar balikkan dan sanksi lain sesuai undang-undang. Sedang untuk kendaraan umum sanksinya dilarang beroperasi sampai masa angkutan Idul Fitri berakhir," ujar Marta.

Sebelumnya Kabid Perubahan Perilaku Satgas Covid 19, Sonny B. Harmadi, mengemukakan bahwa larangan mudik dilakukan untuk melindungi seluruh masyarakat.

"Kita sudah belajar dari 4X libur panjang selalu terjadi lonjakan Covid 19," terang Sonny.

Ia menambahkan, sejak 2,5 bulan terakhir kasus aktif sudah turun drastis. Kasus harian dari 11 ribu sampai 14 ribuan menjadi 5 ribuan. Sementara angka kematian relatif stagnan di 2,7%.

Upaya Maksimal

Sebelumnya Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Prabowo Argo Yuwono, mengakui meskipun membawa resiko yang tinggi bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, banyak yang mencari celah untuk dapat mudik lebaran tahun ini.

“Salah satu di antaranya dengan pola mudik lebih awal dan balik di luar masa larangan," ungkapnya.

Menurut Argo, larangan ini dimaksudkan agar upaya vaksinasi yang sudah dilakukan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang maksimal.

Mengutip Surat Edaran Satgas Covid 19 Nomor 13 Tahun 2021, Kadiv Humas Polri mengemukakan, bahwa peningkatan mobilitas masyarakat dalam konteks mudik memiliki resiko meningkatkan laju penularan Covid 19.

“Jadi upaya memperketat dan memperluas larangan mudik lebaran 2021 yang berlaku 22 April – 17 Mei 2021 tujuannya untuk mengantisipasi arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antar daerah sebelum dan sesudah peniadaan mudik dilakukan,” tegas Argo.

Untuk itu Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Prabowo Argo Yuwono mengimbau masyarakat agar bertahan di rumah selama masa larangan mudik lebaran 2021.   “Meski rindu tidak mudah. Jangan sampai goyah, karena Corona membuat semua susah,”  pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Waspadai Potensi Mobilitas Lokal di Masing-masing Wilayah

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Warga Taput Mulai Paham Pentingnya Prokes saat Pandemi Covid -19

👤Januari Hutabarat 🕔Rabu 23 Juni 2021, 06:55 WIB
SEMANGAT masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, berangsur pulih dengan turunya angka terkonfirmasi covid-19 di daerah itu. Warga juga...
Medcom

Empat Kasus Kekerasan terhadap Pers Terjadi di Sumut Sebulan Terakhir

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:58 WIB
Sebelum kasus pembunuhan Marsal, pada 29 Mei 2021 rumah seorang jurnalis bernama Abdul Kohar Lubis di Kota Pematangsiantar diteror...
DOK

Apps Sumut Bersinar, Cara Baru Polda Sumut Perangi Marak Narkoba

👤 Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:50 WIB
Adalah AKBP Fadris SR Lana, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumut, yang menjadi sosok sentral di balik aplikasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya