Selasa 04 Mei 2021, 06:20 WIB

Pemprov Jateng Izinkan Salat Ied di Zona Hijau dan Kuning

Mediaindonesia.com | Nusantara
Pemprov Jateng Izinkan Salat Ied di Zona Hijau dan Kuning

MI/Susanto
Umat muslim melaksanakan salat Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 berjemaah. Sejak 2020 adanya pandemi covid-19, salat Ied berjemaah ditiadakan.

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama hanya mengizinkan pelaksanaan salat Idul Fitri berjamaah di tempat ibadah pada daerah yang masuk kategori zona hijau dan kuning, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Dan kami minta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk menyiapkan tempat ibadah Salat Idul Fitri, yang boleh itu daerah zona kuning dan hijau," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai Rakor Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan secara daring di Semarang, Senin (3/5).

Masyarakat di daerah yang masih masuk zona oranye hingga merah dilarang melaksanakan salat Id di tempat ibadah karena dikhawatirkan akan menjadi klaster penularan covid-19. Terkait dengan hal itu, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jateng dalam memetakan daerah-daerah yang diperbolehkan melakukan salat Id berjamaah dan yang dilarang di tempat-tempat ibadah.

Pemetaan akan dilakukan bekerja sama dengan Kanwil Kemenag, mulai dari tingkat yang paling kecil, yakni desa dan kelurahan.

"Kami akan petakan dari yang paling kecil, yakni desa dan kelurahan. Untuk yang masih zona merah dan oranye tidak boleh menyelenggarakan Salat Idul Fitri, seperti tahun lalu salatnya di rumah, tidak perlu diperdebatkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Mustain Ahmad menjelaskan bahwa untuk beberapa hari ke depan pihaknya masih akan memetakan wilayah yang boleh dan tidaknya melaksanakan salat Idul Fitri secara berjamaah.

baca juga: Salat Ied

"Iya, ke depan ini kami petakan wilayah mana yang boleh atau tidak melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah. Untuk yang boleh itu kategori hijau dan kuning, pemetaan itu sampai di tingkat desa dan kelurahan," kata Mustain.

Sementara untuk zakat fitrah dan lainnya akan dilaksanakan tanpa menimbulkan kerumunan dan teknis pembagian zakat akan melibatkan lembaga untuk menyalurkan ke rumah-rumah penduduk yang berhak menerima.

"Nanti zakat akan diberikan ke rumah-rumah bagi yang menerima, tidak berkumpul di masjid. Bisa kerja sama lembaga, seperti remaja masjid dan lainnya," pungkasnya. (Ant/OL-3)

 

Baca Juga

MI/Widjajadi

Takbir Keliling Terjadi di Kawasan Dalam Benteng Keraton Surakarta

👤Widjajadi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 00:06 WIB
Usai salat tarawih, Rabu (12/5), jemaah masjid di kawasan permukiman Baluwarti yang berada di dalam benteng Keraton Surakarta melakukan...
ANTARA/Raisan Al Farisi

Sengketa Ketenagakerjaan, PT Masterindo Jaya Abadi Ajukan Kasasi

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 12 Mei 2021, 22:55 WIB
Perusahaan sudah mengajukan kasasi ke MA karena ada diktum yang tak...
Antara

Jelang Lebaran, 431 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Mei 2021, 21:36 WIB
Hingga Selasa (11/05), tercatat total 519 kendaraan yang diputarbalikan dari 3.840 kendaraan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya