Senin 03 Mei 2021, 17:08 WIB

Universitas Brawijaya Pastikan Gelar Kuliah Luring

Bagus Suryo | Nusantara
Universitas Brawijaya Pastikan Gelar Kuliah Luring

MI/Bagus Suryo
Universitas Brawijaya

 

UNIVERSITAS Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur memastikan pelaksanaan kuliah luar jaringan (luring) pada semester depan. Namun, kuliah tatap muka secara terbatas ini baru diikuti 25% mahasiswa, itupun mahasiswa baru angkatan 2020 dan 2021 termasuk mereka yang memasuki skripsi dan praktikum.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB Aulanni'am, Senin (3/5), menyatakan pembelajaran tatap muka diikuti 25% mahasiswa. "Rencananya untuk semester depan yang sudah pasti adalah untuk angkatan 2020 karena menurut kami, sejak mereka menjadi mahasiswa baru satu tahun  lalu, mereka belum pernah mengenal dosennya dan bagaimana kampus," tegasnya.

Keputusan UB selain menyiapkan mahasiswa baru untuk kuliah tatap muka juga memprioritaskan mahasiswa yang memasuki skripsi. Sebab, mahasiswa
yang skripsi membutuhkan pembimbingan dari dosen dan praktikum. "Pastinya mereka butuh praktikum di laboratorium. Sehingga tatap muka  atau pembelajaran luring sangat diperlukan," katanya.

Kendati sudah memutuskan kuliah luring, akan tetapi sistem blended learning atau perpaduan sistem luring dan daring masih menjadi pilihan utama mengingat saat ini masa pandemi covid-19. "Pastinya jika luring harus memenuhi protokol kesehatan," imbuhnya.

Protokol kesehatan yang dimaksud seperti menyediakan wastafel,  menggunakan masker, duduk berjarak satu meter, dan menggunakan ruangan  yang mempunyai sirkulasi udara bagus.

Sementara itu pakar kebijakan publik Bambang Supriyono mengatakan masyarakat harus mematuhi kebijakan pemerintah terkait pembelajaran daring. Kebijakan pemerintah itu sesuai tolok ukur komprehensif dalam memberikan klasifikasi daerah sesuai dengan zona merah, kuning, dan hijau.

Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UB itu menjelaskan kawasan zona hijau boleh menerapkan pembelajaran luring bagi SD, SMP dan SMA/SMK. Tetapi pelaksanaannya tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Saat pelaksanaan sekolah daring, lanjutnya, para guru agar dibantu pulsa.

"Jika luring, sekolah dan siswa lebih dominan didukung orangtua dan media. Sementara, jika daring keempatnya harus berjalan beriringan. Tentu dimaksud efektif kalau keempatnya berperan aktif. Sebaliknya jika salah satu saja tidak berperan atau kurang berperan, efektivitas menjadi diragukan," kata Bambang. (OL-15)

Baca Juga

MI/Djoko

Jelang Idul Fitir, Pertamina Tambah Pasokan Gas 3 Kg di Kalimantan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 04:30 WIB
Penyaluran ini telah disalurkan ke 252 agen dan 2.405 outlet LPG yang tersebar di seluruh wilayah...
Antara/Prasetia Fauzani

Ratusan Kendaraan di Perbatasan Kediri Diminta Putar Balik

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 04:00 WIB
ratusan kendaraan yang melintas di perbatasan Kabupaten Kediri-Kota Batu tepatnya di jalur Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa...
dok.mi

Akibat Bermain Petasan Satu ABG Meninggal dan 4 Terluka

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 06 Mei 2021, 23:45 WIB
SEBUAH petasan berukuran cukup besar meledak di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, satu ABG...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya