Senin 03 Mei 2021, 02:00 WIB

Mendagri Minta Pemuda Kota Palembang Kurangi Kumpul-Kumpul

Mediaindonesia.com | Nusantara
Mendagri Minta Pemuda Kota Palembang Kurangi Kumpul-Kumpul

Dok MI
Ilustrasi

 

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta anak muda di Kota Palembang, Sumatra Selatan mengurangi aktivitas kumpul-kumpul, terutama begadang, pada malam hari untuk menekan penularan COVID-19.

Baca juga : Stok Vaksin Covid-19 di Pemkot Palembang Tinggal 46 Ribu Dosis

"Anak-anak muda sudahlah, tidak perlu dulu 'bedalu-dalu' (begadang, red.)," kata dia saat berkunjung di Palembang, Minggu (2/5).

Data Dinkes Sumsel mencatat dari 20.595 kasus positif yang ditemukan hingga 1 Mei 2021, sebanyak 10.349 kasus atau 50 persen merupakan kalangan usia 20-44 tahun.

Dia mengatakan aktivitas berkumpul di Kota Palembang harus dipantau secara ketat karena wilayah itu masih menjalani pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dan berstatus zona merah COVID-19.

Ia meminta kafe-kafe yang menjadi tempat berkumpulnya anak muda agar mematuhi jam operasional sesuai aturan PPKM dan aturan-aturan lain yang dibuat kepala daerah setempat.

Tito juga menyoroti kegiatan buka bersama dan Shalat Tarawih selama Ramadhan yang rentan tidak memperhatikan protokol kesehatan dan dapat memunculkan klaster penularan virus korona jenis baru itu.

Ia meminta masyarakat tetap menjaga diri dari penularan virus.

Ia mengakui kondisi menjelang Lebaran dan kejenuhan warga menghadapi pandemi telah membuat sebagian mereka bebas beraktivitas, tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Padahal, kasus COVID-19 di Sumsel, khususnya Palembang, tengah mengalami peningkatan signifikan yang memicu keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit-rumah sakit mendekati 70 persen.

Ia mengatakan jika kedisiplinan masyarakat tidak tertangani dengan baik dalam menaati protokol kesehatan, hal itu sebagai mengkhawatirkan.

Ia menilai kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan saat ini mulai menurun, terlihat dari banyaknya warga yang tidak menggunakan masker saat berada di keramaian.

"Saya muter-muter di Palembang lihat di pasar dan di jalan banyak orang tidak pakai masker," kata dia.

Meskipun meningkatnya kegiatan masyarakat telah mendorong pemulihan ekonomi dan membuat masyarakat agak rileks, Tito berharap kewaspadaan terhadap COVID-19 tidak kendor agar tidak bernasib seperti India dengan merebak penularan virus dan jatuhnya korban dalam jumlah yang banyak. (Ant/OL-12)

Baca Juga

DOK PEMPROV KALSEL

Pj Gubernur Kalsel Semangati Korban Banjir di Satui 

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Mei 2021, 06:00 WIB
Kepada para penyintas banjir, Safrizal memberikan semangat agar setelah kejadian bencana dapat melanjutkan aktivitas kehidupan seperti...
Dok. Pribadi

Kader PPP Miliki Kesempatan Sama Maju di Muswil Sumatra Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 16 Mei 2021, 23:15 WIB
"Saya sudah berbicara dengan Ketum (Suharso Monoarfa) agar Sumut menjadi contoh muswil yang aman dan lancar, tidak ada calon titipan...
MI/Widjajadi

Stok Plasma Konvalesen Kosong, PMI Surakarta Ajak Donatur Berdonor

👤Widjajadi 🕔Minggu 16 Mei 2021, 19:19 WIB
PMI Kota Solo menyerukan para pendonor plasma konvalesen (PK) bisa aktif kembali, seiring habisnya stok plasma konvalesen per 15 Mei 2021....

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya