Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang masih terjadi di Tanah Air dan banyak negara lain tidak menyurutkan sejumlah pengusaha untuk mengembangkan sayap. Apalagi pemerintah juga tengah gencar-gencarnya melakukan program pemulihan ekonomi nasional seiring dengan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Hal itu pula yang dilakukan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk, pemilik dan pengelola Lucy in The Sky. Mereka akan melantai di bursa saham pada 5 Mei nanati dan berencana melepas 337.500.000 lembar saham atau 32,61%n kepemilikan setelah Initial Publc Offering (IPO) dengan target raihan dana sebesar Rp37,75 miliar.
Melantainya Lucy in The Sky di bursa saham disambut positif oleh investor. Calvin Lutvi, Komisaris PT Lima Dua Lima Tiga Tbk mengungkapkan alasan tingginya minat investor terhadap saham Lucy in The Sky.
“Kami sangat senang dengan tingginya antusias investor untuk menyerap saham Lucy in The Sky, bahkan pada masa penawaran atau bookbuilding, minat investor melebihi target perusahaan. Kami menilai tingginya minat investor tidak terlepas dari prospek bisnis dan rencana pengembangan perusahaan yang sangat matang,” ujarnya.
Menurut Calvin, Setelah melantai di bursa, dana yang diraih perseroan akan digunakan untuk melakukan ekspansi dengan membuka tujuh gerai dengan menawarkan konsep venue yang berbeda yaitu, Lucy in The Sky – Rooftop Garden dan Lucy by The Beach dengan suasana Tropical Bohemian dengan tempat duduk outdoor dan semi outdoor. Lalu Park by Lucy in The Sky yang juga mengusung konsep outdoor dan semi outdoor yang dapat digunakan untuk berkumpulnya berbagai komunitas.
Saat ini perseroan sedang dalam proses negosiasi dengan pemilik tempat di Senopati, Little Tokyo Blok M, PIK 2, dan Sarinah. Selain itu, perseroan juga berencana melakukan ekspansi di tiga kota besar yaitu Surabaya, Bandung, dan Bali yang saat ini dalam tahap perencanaan desain dan studi pasar.
“Melihat prospek bisnis yang sangat baik dari Lucy in The Sky, saya pun ikut andil dalam mengembangkan rencana tersebut dengan tergabung di dalam struktur perusahaan sebagai Komisaris sekaligus turut ambil bagian dalam pembelian saham. Lucy in The Sky bisa dibilang perusahaan yang sangat lengkap, selain matang dalam perencanaan pengembangan bisnisnya, perusahaan ini juga dijalankan oleh manajemen yang handal dan berpengalaman dalam industri restoran, bar, dan perhotelan.” ujar Calvin.
Lucy in The Sky merupakan bagian dari Syah Establishment yang mengelola berbagai lini bisnis dari mulai hotel hingga restoran. Lucy in The Sky didukung oleh jajaran manajemen yang berpengalaman dalam mengelola perseroan, salah satunya Calvin Lutvi yang merupakan CEO & Co-Founder dari PT Satu Global Investama yang saat ini menjabat sebagai Komisaris di Lucy in The Sky. Selain itu, artis papan atas Wulan Guritno juga turut tergabung dalam manajemen perusahaan dengan menjabat sebagai Komisaris Independen.
“Dengan melantainya Lucy in The Sky di bursa saham menjadikan Lucy in The Sky salah satu dari 30 perusahaan yang ditargetkan IPO oleh Bursa Efek Indonesia di 2021, artinya Lucy in The Sky merupakan perusahaan yang memiliki kelayakan dan bisnis yang sangat baik. Kami yakin Lucy in The Sky sebagai pionir outdoor restoran di Indonesia mampu bersaing di tengah kondisi pandemi dengan menawarkan konsep yang baru dan berbeda bagi industri FnB di Indonesia,” cetus Calvin. (RO/A-1)
Analisa harga emas Sabtu 31 Januari 2026. Usai anjlok ke Rp3,12 juta per gram, akankah emas Antam rebound akhir pekan ini? Cek prediksi dan faktor pemicunya.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengajak masyarakat untuk mengalokasikan investasi mereka ke SBN.
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Prediksi harga emas Antam untuk Jumat, 30 Januari 2026. Tren bullish berlanjut, harga diproyeksikan tembus Rp3,2 juta per gram menyusul rekor global.
HIMPUNAN Kawasan Industri Indonesia (HKI) menegaskan komitmennya dalam memajukan perindustrian nasional berbasis teknologi tinggi.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved