Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Agar tidak Seperti India, Warga Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Bayu Anggoro
29/4/2021 20:00
Agar tidak Seperti India, Warga Harus Disiplin Protokol Kesehatan
Ketua Harian Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad(DOK/SATGAS COVID-19 JAWA BARAT)

TSUNAMI covid-19 di India menjadi perhatian masyarakat dunia
termasuk Indonesia. Pasalnya, lonjakan penyebaran virus korona hingga
tingkat kematian yang tidak terbendung dikhawatirkan terjadi di Tanah
Air.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Satgas Percepatan dan Penanganan
Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad. Dengan jumlah penduduk paling banyak di Indonesia, dia khawatir lonjakan tersebut akan terjadi di Jawa Barat.

"Kami tak mau kecolongan seperti kasus di India," ucap Daud saat
mengunjungi Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Barat, di
Bandung, Kamis, (29/4).

Dia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan. Tragedi yang terjadi di India akibat lalainya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ketika India berhasil menekan angka covid-19, mereka langsung berpuas diri dan abai dengan protokol kesehatan," katanya.

Daud juga mengingatkan warga agar menghindari kerumunan dan
kegiatan yang juga menjadi tradisi tahunan. "Kita harus belajar dair India, yang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Jadi harus tetap
menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan terus
menjaga imun tubuh," katanya.


Laboratorium Keseahtan Jawa Barat


Pada kesempatan itupun, Daud mengapresiasi dan memotivasi tenaga medis
khususnya yang berada di Labkes Jawa Barat. Mereka sudah bekerja keras dalam perjuangan menekan penyebaran covid-19 di Jawa Barat.

"Saya sangat mengapresiasi kepada Labkes Prov Jabar yang selama ini
begitu banyak membantu dalam penanganan covid-19. Termasuk juga
memperoleh data masyarakat yang terpapar virus dari mana saja. Sehingga
membantu kita dalam penanganannya," kata Daud.

Terlebih, menurutnya, para tenaga kerja di Labkes Jawa Barat ini bekerja 24 jam tanpa henti. "Bahkan ketika harus pergi ke luar kota, mereka tak pernah mengeluh dan langsung bergerak cepat. Karena itulah sekali lagi saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pejuang di Labkes Jabar ini," katanya.

Seperti diketahui bersama, sejak pandemi covid-19 memasuki Indonesia,
Labkes Jawa Barat menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi  di
Jawa Barat. Terlebih sejak metode polymerase chain reaction (PCR)
dinilai sebagai metode pendeteksi covid-19 yang lebih akurat dibanding
rapid test.

Metode ini dilakukan dengan pengambilan sampel lewat swab (usap)
belakang tenggorokan, atau saluran pernapasan lain. Sampel kemudian
dibawa ke laboratorium untuk diperiksa menggunakan beberapa tahapan.

Sampel virus dari bebagai lokasi dikirim ke Balai Pengembangan
Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat. Berbagai
tahap pemeriksaan mulai dari ekstraksi, real time PCR, hingga
interpretasi dilakukan. Setelah verifikasi dan validasi, hasil dari
sampel tersebut dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Jawa Barat baik yang
positif maupun negatif. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : NUSANTARA
Berita Lainnya