Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merespons cepat keluhan jaringan internet oleh siswa dan guru-guru di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo langsung mendirikan fasilitas internet super WiFi di tiga sekolah, yakni SMPN 4 Kota Komba, SMPN Satu Atap Munde, dan SMPN Satu Atap Mesi.
Sejak Senin (19/4), tim teknisi langsung mengirim material dan melakukan pengecoran antena pada tiga sekolah itu. Ditargetkan, pada Kamis (22/4), internet super WiFi sudah mulai beroperasi. "Hari ini kami dalam proses pengecoran dan dua hari lagi akan langsung menyala, termasuk Vsat untuk jaringannya. Kapasitas semua 4 mega. Daya jangkau 500 meter untuk super WiFi. Untuk di dalam ruangan juga akan dipasang mikrotik," ujar Bachtiar, teknisi PT Dwi Tunggal Putra yang menjadi mitra Bakti Kominfo, Selasa (20/4).
Respons cepat tersebut sesuai janji Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate saat dialog dengan Metro TV dalam program Selamat Pagi Indonesia, Jumat (16/4). Saat itu, Johnny menjanjikan fasilitas internet cepat kepada Castigo, siswa SMPN Satu Atap Munde, yang harus mengejar jaringan internet di hutan demi mengerjakan ujian sekolah berbasis digital (USBD). "Permintaan Castigo langsung saya jawab. Saya segera perintahkan untuk sediakan akses internet cepat untuk sekolahnya Castigo di Kota Komba," ucap Johnny.
Ia juga menyebutkan tahun ini Kemkominfo membangun 66 BTS untuk wilayah yang belum terjangkau sinyal internet di Kabupaten Manggarai Timur. Kuota BTS Kabupaten Manggarai Timur, kata Johnny, merupakan jumlah terbanyak di NTT setelah Kabupaten Sumba Timur. Ia berharap kehadiran internet itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, termasuk pembelajaran di sekolah.
Respons cepat Kemenkominfo membuat guru dan siswa pada tiga sekolah di Kota Komba merasa terkejut dan bangga. Perjuangan keras mereka mengejar sinyal, ternyata berbuah manis. Di luar dugaan mereka, pemerintah pusat melalui Kemenkominfo bergerak cepat untuk menjawab keluhan tersebut. "Terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Kominfo yang sudah merespons cepat keluhan dari anak-anak SMPN Satu Atap Munde saat pelaksanaan ujian USBD," kata Robertus Jani, Kepala SMPN Satu Atap Munde.
"Senang dan bangga karena ke depan kami tidak lagi lari ke bukit untuk mencari jaringan internet karena di sekolah sudah ada jaringan internet. Terima kasih kepada Bapak Menteri Komunikasi dan Informatika atas sumbangan jaringan internet super WiFi," ujar Erlin Mbeleng, siswa SMPN 4 Kota Komba.
Sebelumnya, tiga sekolah di Kecamatan Kota Komba mengeluhkan sulitnya jaringan sinyal internet saat pelaksanaan ujian sekolah berbasis digital (USBD) pada Senin (12/4) sampai Kamis (15/4). Guru dan orangtua siswa SMPN 4 Kota Komba harus membangun tenda darurat di atas bukit sejauh 300 meter dari lokasi sekolah agar siswa bisa menjangkau jaringan internet 4G.
Hal serupa juga terjadi pada SMPN Satu Atap Mesi. Guru bersama orangtua siswa harus membangun tenda di lokasi berjarak kurang lebih 1 kilometer dari sekolah itu untuk ditempati siswa selama USBD. Sementara SMPN Satu Atap Munde yang terletak di area terjangkau jaringan internet, tiba-tiba kehilangan jaringan sama sekali pada hari ketiga dan keempat pelaksanaan ujian. Guru-guru terpaksa mencari sinyal dan membawa siswa ke hutan yang berjarak 3 kilometer dari sekolah untuk melanjutkan USBD. (OL-14)
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
PENGAMAT dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai wacana pembelajaran jarak jauh atau PJJ maupun work from home atau WFH tak berkaitan dengan kualitas pendidikan.
Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah tidak hanya menyasar perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga menjadi motor penciptaan lapangan kerja
Di terminal bus, pelabuhan, dan bandara, kita menyaksikan jutaan orang melakukan eksodus yang secara kultural disebut mudik
Kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan kembali menunjukkan hasil positif. SMKN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, berhasil meraih penghargaan SMK Pusat Keunggulan.
Sistem pengawasan internet yang diterapkan suatu negara dapat memengaruhi bagaimana konten digital beredar serta seberapa besar ruang anonimitas yang tersedia bagi pengguna.
Layanan Internet Merah Putih (IMP) resmi diperkenalkan sebagai pengembangan baru layanan internet satelit broadband untuk menjawab kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.
Banyak orang sudah membuktikan bisa dapat penghasilan tanpa harus nunggu keterima kerja kantoran. Kuncinya bukan instan, tapi tahu jalur yang masuk akal dan mau konsisten jalani prosesnya.
Melalui BRImo, nasabah BRI bisa melakukan pembayaran TV kabel dan internet dengan cepat, aman, dan bahkan lebih hemat berkat promo cashback menarik.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved