Rabu 14 April 2021, 23:25 WIB

Sumsel Siapkan 9.000 Personel Antisipasi Karhutla

Dwi Apriani | Nusantara
Sumsel Siapkan 9.000 Personel Antisipasi Karhutla

DOK MI
Ilustrasi karhutla

 

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus terjadi setiap tahun. Untuk mengantisipasi karhutla, sebanyak 9.000 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan instansi lainnya disiapkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah, mengatakan personel gabungan tersebut secara keseluruhan disiapsiagakan di 10 kabupaten/kota rawan karhutla di Sumsel.

"BPBD berkoordinasi dengan semua elemen semua mulai dari SAR, TNI, Polri, Manggala Agni, gabungan, Pol PP semua terlibat. Kami juga tidak sendiri menanggulangi karhutla, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media semua berperan," katanya usai Apel Gelar Personel dan Alutsista Latihan Kesiapsiagaan Operasional Kodam II/Swj dan Koops AU I TA 2021 di Apron Baseops Lanud SMH Palembang, Rabu (14/4).

Selain sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana bantuan dari Pemprov Sumsel untuk penanganan karhutla telah tersedia seperti mobil pemadam kebakaran, pompa, dan motor yang telah dimodifikasi untuk menuju kawasan kebakaran sulit dijangkau dengan mobil sehingga dapat mempercepat pemadaman di lokasi. Alat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pun telah dimintakan dari BNPB dan BPPT.

"Helikopter datang minggu depan mudah-mudahan. Datangnya bertahap misalnya dua, tiga unit. Amfibi punya SAR kalau diperlukan bisa diturunkan," jelasnya.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, menyebutkan, latihan gabungan bertujuan mempercepat koordinasi dalam mengatasi penyebaran karhutla. "Sudah latih personal besok diuji dengan harapan mereka sudah mengerti langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran," ujar Agus.

Adapun tindakan preventif yang dilakukan untuk mengantisipasi karhutla tahun ini yaitu dengan rutin menyosialisasikan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan buang puntung rokok sembarangan saat beraktivitas di lahan yang mudah terbakar. "Kita sudah menyebar baik TNI maupun Polri dalam rangka antisipasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun meteorologi Bandara SMB II Palembang, Desindra menjelaskan, secara umum puncak musim kemarau di Sumsel terjadi pada rentang Agustus hingga September. "Bukan Juni puncaknya. Mei itu awal. Ada beberapa wilayah akhir Mei sudah masuk kemarau," jelas dia. (OL-15)

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Koster Promosikan Arak Bali kepada Dubes Uni Eropa

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 11 Mei 2021, 10:19 WIB
Arak Bali makin dikenal dan kian terasa enak di lidah orang...
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Warga Yogyakarta Terima Tamu Lebaran Wajib Lapor Posko PPKM Mikro

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Mei 2021, 09:57 WIB
Warga di Kota Yogyakarta yang hendak menerima tamu saat libur Lebaran diminta melapor ke Posko PPKM Mikro di wilayah...
MI/Djoko Sardjono

ABG Asal Klaten Pelaku Penerobos Pos Penyekatan Klaten-DIY

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 11 Mei 2021, 09:10 WIB
 ADD, 16, pelajar kelas dua di salah satu SMA Negeri di Klaten adalah pelaku penerobos pos penyekatan di Prambanan,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Transformasi Kota Tua

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bergandengan tangan bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya