Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH rumah penduduk di Kampung Nefo, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT, kehilangan rumah mereka akibat tertimbun tanah longsor menyusul badai beberapa hari lalu. Hal itu diungkapkan relawan yang tiba di Kampung Nefo, Minggu (11/4). Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Sebanyak 400 warga berhasil dievakuasi oleh pemerintah desa. Mereka saat ini ditampung di gedung gereja setempat dan rumah keluarga. Dari foto yang dikirim relawan, sejumlah rumah hilang tertimbun material longsor dan sebagaian lainnya roboh.
"Kebutuhan akan rumah layak huni pasca tanggap darurat sangat diperlukan," jelas Yemris Fointuna.
Menurutnya, warga Kampung Nefo yang tenggelam, perlu direlokasi karena lokasi tersebut tidak bisa ditempati lagi. Plt Kepala BPBD NTT Isyak Nuka mengatakan belum menerima laporan terkait tenggelamnya rumah penduduk di kampung tersebut.
Lebih jauh, Yemris mengatakan dari kesaksian para korban, badai terjadi saat tanaman di ladang, kebun dan sawah siap panen sehingga mengakibatkan gagal panen total. "Keadaan ini dapat menyebabkan kelaparan beberapa bulan ke depan karena stok pangan di lumbung warga tidak tersedia lagi," kata Yemris Fointuna anggota tim relawan mengutip keterangan para korban.
Selain itu, tanaman penopang yang selama ini menjadi sumber pendapatan warga seperti pisang, kelapa, kemiri, jambu mete dan hasil bumi lainnya rusak akibat tanah longsor. Keadaan ini otomatis dapat menyebabkan para korban bencana kehilangan sumber pendapatan. (OL-15)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Bibit Siklon Tropis 97S yang saat ini terpantau di wilayah utara Australia berpotensi menguat menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.
BMKG sudah menyampaikan bahwa ada beberapa titik di Pulau Jawa yang dibayangi badai siklon yang mengakibatkan cuaca ekstrem.
BMKG El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diperkirakan berlangsung pada 6-13 Januari 2026.
Sistem siklon tersebut memicu terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan massa udara, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT.
BMKG mencatat, pada 29 Desember 2025 dini hari, bibit siklon tropis 96S berkembang menjadi Siklon Tropis HAYLEY yang berada di Samudera Hindia.
Siklon tropis baru-baru ini adalah pengingat bahwa Indonesia perlu memastikan ketangguhan infrastruktur, tata ruang, dan protokol tanggap darurat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved