Kamis 08 April 2021, 06:57 WIB

Operasi Yustisi Ditingkatkan Selama PPKM Mikro

Dwi Apriani | Nusantara
Operasi Yustisi Ditingkatkan Selama PPKM Mikro

MI/Dwi Apriani
Kepala Satpol PP Sumsel, Aris Saputra.

 

PROVINSI Sumatra Selatan sudah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro  sejak 6 April dan akan berakhir 19 April 2021.

Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 pembatasan berbasis ikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan dalam rangka pengendalian Covid-19.

Operasional fasilitas publik pun dilakukan pembatasan. Dalam pelaksanaannya, PPKM melibatkan banyak pihak agar program tersebut berjalan efektif, termasuk dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memastikan masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan dan meminimalisasi peningkatan kasus penularan.

Kepala Satpol PP Propinsi Sumsel, Aris Saputra mengatakan operasi yustisi kian digencarkan selama periode penerapan PPKM mikro di Sumsel. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan instansi terkait di masing-masing kabupaten dan kota di Sumsel.

"Kami akan melakukan operasi yustisi di fasilitas publik seperti jalan
raya, restoran, kafe, mal, dan fasilitas umum lainnya," kata Aris, Kamis, (8/4).

Menurut dia, pelaksanaan operasi yustisi akan maksimal untuk membuat
masyarakat patuh terhadap aturan protokol kesehatan di masa pandemi. Hal ini karena saat ini masyarakat telah mulai melakukan berbagai aktivitas secara normal dan tak jarang mengabaikan kewajiban untuk disiplin terhadap anjuran menjaga jarak di tempat umum.

"Tujuan operasi yustisi ini untuk menekan penularan kasus. Apalagi, saat ini PPKM mikro mulai diberlakukan," jelas Aris.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, angka kematian akibat infeksi Covid-19 di Sumsel mencapai 4,7 persen atau lebih tinggi dibanding nasional yang hanya 2,7 persen. Lalu persentase kesembuhan di Sumsel hanya 87,2 persen. Angka ini lebih rendah dari tingkat kesembuhan nasional
sekitar 89,7 persen.

baca juga: Cegah Covid-19, Kapolres Klaten Resmikan Perusahaan Siaga Candi

Sementara, kasus aktif di Sumsel mencapai 7,97 persen lebih tinggi dari
nasional sebesar 7,6 persen. Angka positivity rate Sumsel juga masih sangat tinggi yakni 28,61 persen jauh lebih tinggi dari yang diatur oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di bawah 5 persen. (OL-3)

 

Baca Juga

Dok MI

Polisi Indragiri Hulu Akan Tindak Tegas Perusuh Saat PSU

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 05:20 WIB
Kapolres Indragiri Hulu Provinsi Riau, AKBP Efrizal menegaskan akan menindak tegas siapapun yang membuat kerusuhan, onar selama pemungutan...
herviewfromhome.com

Banyak Pegawai Terinfeksi Satu Puskesmas di Mukomuko Masih Tutup

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 02:00 WIB
 Adanya penambahan 12 tenaga kesehatan yang dinyatakan positif...
ANTARA/OKY LUKMANSYAH

Warga Tasikmalaya Geger Penemuan Mayat Bayi Yang Dimakan Anjing

👤Kristiadi 🕔Minggu 11 April 2021, 23:22 WIB
WARGA Kampung Sukahurip Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang bayi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya