Sabtu 03 April 2021, 13:27 WIB

Media Group Dukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia

Bayu Anggoro | Nusantara
Media Group Dukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia

ANTARA FOTOT/M Agung Rajasa
Produk Lokal Indonesia

 

SMESCO Indonesia bersama Media Group melalui The Papandayan Hotel melakukan kerja sama untuk meningkatkan penjualan dan promosi produk UMKM. Ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata dengan GM The Papandayan Hotel Bobby Renaldi, Jumat (2/4).

Acara ini disaksikan langsung Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki. Teten mengapresiasi keterlibatan Media Group dalam memajukan produk lokal khususnya UMKM.

"Kita senang ada MoU antara Smesco dengan Media Group, The Papandayan untuk memasukan produk UMKM ke ekosistem. Ini cara paling bagus untuk mengenalkan produk UMKM berkualitas, termasuk membranding supaya naik kelas," kata Teten di The Papandayan Hotel Bandung.

Dia pun mendorong pihak swasta lain khususnya industri perhotelan agar melakukan hal serupa untuk mendukung kemajuan produk UMKM. Dia berharap produk lokal tersebut bisa digunakan industri hotel mengingat  kualitasnya pun tidak kalah.

"Kalau dilakukan oleh banyak jaringan hotel berbintang, akan membantu pemasaran. Mengenalkan, memasarkan," ucapnya.

Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata mengatakan pihaknya sangat mendukung peningkatan kualitas dan kapasitas produk UMKM. Kerja sama inipun sebagai caranya untuk mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia.

"Dengan ini ada akselerasi semakin tinggi. Dari jalur digitalisasi meningkat, lalu kita push serapannya," kata Leonard.

Dia menyebut, dengan adanya MoU ini produk UMKM bisa masuk ke rantai pasok industri yang lebih besar, bahkan menjadi bagian dari mata rantai.

"Hotel lokal maupun internasional, memakai produk UMKM di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Dorong UMKM, Pemerintah Yakin Ekonomi Pulih di 2021

GM The Papandayan Hotel Bobby Renaldi mengatakan dengan kerja sama ini pihaknya akan memberikan ruangan khusus bagi produk UMKM asal Jawa Barat. Beberapa di antaranya seperti kopi, kerajinan berbahan bambu, kulit, dan lainnya.

"Selama 30 hari ada di sini, berangkat dari pemikiran secara umum bahwa ketahanan pariwistaa nasional salah satunya unit usaha hotel. Bangga dengan buatan Indonesia harus didukung massif," ungkap Bobby.

Dia juga memastikan peran produk UMKM yang sangat berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata termasuk industri perhotelan.

"Apabila bisnis hotel kita bangkit, lalu diikuti 90 juta UMKM di Indonesia, jadi pilar pemulihan ekonomi," imbuhnya.

Disinggung produk UMKM apa yang dibutuhkan dan bisa digunakan industri perhotelan, menurutnya sangat beragam.

"Amenitis, sabun, minuman-minuman,  makanan-makanan untuk minibar, bisa kita manfaatkan di hotel ini. Tantangannya bagaimana daya saing dalam nilai jual dengan produk asing," tukasnya.

Sementara itu, Menteri Teten menargetkan pada 2024 terdapat 30 juta produk UMKM yang terdigitalisasi. Saat ini, menurutnya baru terdapat 12 juta yang sudah masuk ke dalam platform jual beli. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan melakukan sejumlah pendampingan.

"Kami akan melakukan pendampingan-pendampingan terhadap UMKM yang memiliki kapasitas dan kualitas baik, untuk segera onboarding di platform digital," tukas Teten.

Hal ini sangat dibutuhkan mengingat tidak mudah untuk bisa bertahan di platform digital bergantung pada kualitas dan kuantitas.

Tak hanya itu, Teten menyebut dalam waktu dekat pihaknya bersama Kementerian Perdagangan akan menyiapkan regulasi untuk meningkatkan penjualan produk UMKM dan menjaga daya saing dengan produk impor. Nantinya, Teten menyebut perdagangan online melalui platform digital tidak bisa seenaknya dalam menentukan harga jual.

"Kami dengan Mendag sudah ditugaskan Presiden untuk membuat regulasi agar lerdagangan di e-commerce tak terjadi lagi seperti dumping atau predatory pricing yang gila-gilaan," ujarnya.

Perlindungan ini sangat penting karena jika dibiarkan produk UMKM yang akan terdampak. Menurutnya, perlindungan dilakukan seperti dengan mengatur bea tarif masuk produk impor.

"(Sekarang) ada kekosongan regulasi, sehingga dimanfaatkan produk luar di e-commerce yang secara dumping," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA

Tanah Longsor Timbun Puluhan Rumah Di Pulau Sembilan

👤Denny S 🕔Senin 29 November 2021, 19:01 WIB
SEKIDITNYA 20 rumah penduduk di Desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, tertimbun...
DOK MI

Pemkot Bandung Antipasi Munculnya Kasus Varian Omicron

👤Naviandri 🕔Senin 29 November 2021, 18:52 WIB
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat menyebut hingga sekarang kasus virus Covid-19 varian baru omicron, belum...
ANTARA/Adiwinata Solihin

Ratusan Ribu Hektare Lahan Kritis Di Jabar Berpotensi Timbulkan Bencana

👤Depi Gunawan 🕔Senin 29 November 2021, 18:46 WIB
BERDASARKAN data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2018, sekitar 911 ribu hektare lahan kritis di Jawa Barat berpotensi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya