Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH petani di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memilih menjual gabah kering panen (GKP)-nya ke tengkulak, dibanding ke Bulog meski perbedaan harganya hanya Rp300.
Hal itu diungkapkan Jusuf, salah seorang petani di Desa Jenetaesa, Kecematan Simbang, Kabupaten Maros, Senin (22/3).
Alasannya, meski perbedaan harga dari tengkulak dan harga pembelian pemerintah (HPP) sedikit, tapi paling tidak bisa membantu petani, karena hasil panen juga anjlok, lantaran padi mereka kekurangan pupuk sejak masa pandemi covid-19.
"Kalau jual di tengkulak bisa antara Rp4.400 hingga Rp4.500 per kilogram karena harga sudah turun, karena sudah panen raya. Kalau dijual ke Bulog GKP cuma Rp4.200 per kilogran sedangkan gabah kering giling (GKH) Rp4.250," ungkap Jusuf
Dia menjelaskan, anjloknya hasil panen karena kurangnya pupuk selama pandemi. Jatahnya berkurang khususnya pupuk subsidi, dan yang non subsidi harganya tiga kali lipat. "Jadi kita memilih mengurangi pupuk, pemberian pupuk seadanya, sehingga banyak bulir yang hampa," jelas Jusuf.
Baca Juga: Tegal Menolak Impor Beras
Termasuk pula sejak pandemi, ada pemberlakuan kartu tani. "Jadi yang bisa beli pupuk subsidi hanya yang punya kartu tani. Sementara satu hektare hanya dijatah 6 zak pupuk subsidi dari kebutuhannya 14 zak. Jadi kita lebih banyak pakai urea karena agak murah," lanjut Jusuf.
Hal yang sama dirasakan petani di Kabupaten Soppeng, Sulsel. Petani di Kecamatan Lalabbata La Nase juga mengakui memilih menjual ke tengkulak karena pengaruh harga yang lebih mahal dari harga bulog.
Sementra itu, Kepala Divisi Regional Bulog Sulselbar Eko Pranoto mengatakan pihaknya sudah berkomitmen mewujudkan sinergitas Bulog dan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) Kementerian Pertanian dalam melakukan penyerapan gabah panen sesuai target awal sebesar 303 ribu ton di Sulsel.
Adapun luas panen padi Sulsel Maret mencapai 125 ribu hektare dan April 2021 mencapai 231 ribu hektare atau hampir dua kali lipat dari panen Maret. "Beberapa hari kami bersama dengan mitra-mitra di berbagai daerah kabupaten di Sulawesi Selatan terus bergerak melakukan penyerapan. Mudah-mudahan mencapai target 303 ribu ton. Dan yang terserap sementara baru 31 ribu ton," ungkap Eko. (OL-13)
Baca Juga: Komisi VII DPR RI Menolak Pansel Komite BPH Migas
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
pemerintah harus mulai serius mengatur penggilingan padi kecil, penggilingan padi menengah, dan penggilingan padi besar agar tetap bisa hidup bersama.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras ke pasar tetap berjalan, meskipun beberapa ritel modern sempat mengalami kekosongan beras premium.
Pemerintah desa harus memutar otak agar ketersediaan produksi beras lokal bisa tetap terpenuhi. Caranya dengan mengoptimalkan pabrik penggilingan padi.
Hingga pertengahan Agustus ini, hasil panenan gabah petani dihargai kisara Rp7450 - Rp7850/kg oleh pengusaha besar.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengancam agar tidak ada pihak yang bermain-main dengan kebutuhan pangan. Soal permasalahan beras, ia memperingatkan penggilingan beras skala besar
Peneliti Center of Reform on Economic (CoRE) Eliza Mardian menanggapi penghentian operasional sekitar 30% pengusaha penggilingan kecil di Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved