Jumat 12 Maret 2021, 13:45 WIB

Belajar Tatap Muka tanpa Izin, 2 SD di Sorong Dibubarkan Satgas

Martinus Solo | Nusantara
Belajar Tatap Muka tanpa Izin, 2 SD di Sorong Dibubarkan Satgas

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana P
Ilustrasi pembelajaran tatap muka

 

TIM Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Sorong membubarkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang dilakukan dua sekolah dasar (SD) lantaran tidak memiliki izin dari pemerintah setempat.

Kedua SD yang ditindak tersebut yakni SD Negeri 26 Kota Sorong dan SD Yapis An Nur Kota Sorong.

Anggota Tim Satgas Covid-19 Fenty Tallane pun segera mengumpulkan kepala sekolah dan sejumlah guru guna memberikan teguran lisan karena telah melakukan pembelajaran tanpa koordinasi dengan Tim Satgas Covid-19.

"Kegiatan belajar tatap muka ini tidak ada izin resmi dari pihak terkait seperti Satgas dan belum adanya SK Wali Kota terkait pembelajaran tatap muka. Meski mereka sudah terapkan protokol kesehatan, namun belum ada SK Wali Kota dan kami hanya berikan sanksi teguran. Jika hal ini tidak diindahkan, maka kami akan melakukan tindakan tegas bagi guru dan kepala sekolah," jelas Fenty.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 26 Maria Hokoyoku sebelumnya sempat menolak untuk dimintai keterangan saat wartawan mau meliput dan mengambil gambar kegiatan pembelajaran tatap muka. Menurutnya, ia sudah memperoleh izin dari atasannya. Namun saat dikonfirmasi ke Satgas, belum ada izin terkait pembelajaran tatap muka.

Usai ditegur Tim Satgas, Kepala Sekolah mengatakan sudah melakukan pembelajaran tatap muka sejak Senin (8/3) dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dan penggunaan masker bagi pelajar dan guru.

Baca juga: Menhub dan Ketua Satgas Covid-19 Tinjau Kesiapan Kelas Tatap Muka

Sementara itu, kepala Sekolah An Nur Yapis Norsafah Ohorella pun mengaku telah melakukan pembelajaran tatap muka sejak Senin lalu. Pihak
sekolah berdalih telah melakukan pembelajaran tatap muka berdasarkan hasil rapat kepala dinas pendidikan dan kebudayaan bersama seluruh kepala sekolah pada 19 Februari 2021.

Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Sorong Petrus Korisano yang dikonfirmasi wartawan mengatakan tidak ada perintah dari dinas pendidikan ataupun Wali Kota terkait pembukaan sekolah.

"Tunggu SK dari Wali Kota sebagai dasar membuka sekolah. Kami rencanakan Senin dan Selasa depan akan dibacakan SK Wali Kota mulai dari PAUD, SMP dan sekolah di bawah Kementerian Agama," tegas Petrus.

Pihaknya akan memberikan sanksi bagi kedua sekolah itu karena sudah melakukan pembelajaran tatap muka tanpa sepengetahuan Dinas Pendidikan.(OL-5)
 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Masyarat Tionghoa Peduli Gelar Donor Darah Bantu Penuntasan DBD di Bandung

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 24 Januari 2022, 23:55 WIB
Masyarakat Tionghoa Peduli sudah menggelar donor darah sejak tahun...
  ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tingkatkan Kemantapan Jalan

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 24 Januari 2022, 23:50 WIB
Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat memastikan  akan segera melakukan perbaikan terhadap jalan-jalan provinsi...
FOTO ANTARA/FERI PURNAMA

Jabar Quick Response Sumbang Perahu untuk SDN Ciloma, Sukabumi

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 24 Januari 2022, 23:45 WIB
Siswa SDN Ciloma harus pulang pergi menyeberangi sungai menuju...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya