Rabu 10 Maret 2021, 19:05 WIB

19 Kontainer Muatan Balik via Tol Laut Dari Lewoleba ke Surabaya

Alexander P. Taum | Nusantara
19 Kontainer Muatan Balik via Tol Laut Dari Lewoleba ke Surabaya

MI/Alexander P Taum
Muatan balik dari Lewoleba via tol laut tidak pernah sepi sejak dibukanya akses tol tersebut.

 

KEMENTERIAN Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Lewoleba selalu bekerjasama serta mendorong Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat
untuk meningkatkan muatan balik Tol Laut. Karena selain menurunkan disparitas harga, Tol Laut juga dapat menjadi sarana meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kepala kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Lewoleba, Johanes Ola mengungkapkan selama ini muatan balik Tol Laut dari daerahnya tidak sepi. Hal ini tidak lepas dari peran masyarakat setempat yang antusias semenjak adanya rute Tol Laut di daerah tersebut.

"Muatan balik tidak pernah kosong. Minimal 10 kontainer dry full (muatan kering) terdiri dari hasil bumi dan reefer," kata dia, Rabu (10/3).

Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT merupakan salah satu pelabuhan singgah Tol Laut yang disandari oleh KM Caraka Jaya Niaga III – 22 yang mendapat penugasan untuk rute dari Pelabuhan Tanjung Perak - Larantuka- Lewoleba (PP). Kapasitas kapal mencapai 171 boks, 181 boks dan 105 boks peti kemas (kontainer) berukuran 20 feet.

Dia mengungkapkan muatan balik Tol Laut tanggal 8 Maret 2021 mencapai 19
kontainer terdiri dari muatan kering (dry full) dan reefer full.

"Tanggal 8 Maret itu bongkar 44 kontainer dry full dan 4 reefer empty. Muatan baliknya 15 kontainer dry full hasil bumi dan  4 reefer full  tujuan Tanjung Perak," ungkapnya.

Johanes mengungkapkan kesadaran masyarakat sangat penting untuk memaksimalkan muatan balik tersebut. Sebab keberadaan Tol Laut tidak hanya untuk menerima kiriman logistik tetapi juga untuk mengirimkan produk-produk lokal yang menjadi unggulan.

Dia memaparkan dengan adanya Tol Laut, masyarakat sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya berupa makanan, material bahan bangunan dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, mereka juga dapat memasarkan produk lokal menuju pasar yang lebih menguntungkan dalam hal ini ke Pulau Jawa. Sehingga terjadi perbaikan dari sisi ekonomi karena pendapatan masyarakat menjadi meningkat.

Selama ini sudah banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam pengisian muatan balik Tol Laut dengan mengirimkan hasil bumi, perikanan, hingga besi tua. Hasil masyarakat tersebut di jual ke pulau Jawa melalui Surabaya.

"Kehadiran Tol Laut cargo di Pelabuhan Lewoleba sangat bermafaat bagi masyarakat di sini karena sangat murah," paparnya. (OL-13).

 

Baca Juga

dok.ant

TNI Dukung Layanan Tes HIV dan Vaksinasi COVID-19 di Paniai

👤Muhamad Fauzi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 07:05 WIB
PERSONEL TNI dari Komando Rayon Militer 1703-01/Enarotali mendukung penyelenggaraan pelayanan pemeriksaan HIV dan vaksinasi COVID-19 di...
ANTARA

Kota Semarang Izinkan Tempat Hiburan dan Wisata Buka Saat Nataru

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:10 WIB
PEMERINTAH Kota Semarang, Jawa Tengah mengizinkan seluruh tempat hiburan dan obyek wisata buka saat liburan Natal dan Tahun Baru...
MI/Gabriel Langga

Sikka Jadi Model Closed Loop Hortikultura di NTT

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:03 WIB
MELALUI anak-anak muda yang terlibat di bidang pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ingin menjadi Kabupaten Sikka sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya