Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (22/2) tercatat empat orang, atau bertambah satu orang dibandingkan Januari 2021.
Tambahan satu pasien meninggal tersebut berasal dari Kabupaten Rote Ndao, sedangkan tiga pasien DBD yang meninggal pada Januari masing-masing berasal dari Kota Kupang, Flores Timur dan Ngada.
Baca juga: Pascabanjir, Warga Tegal Bersihkan Irigasi dan Tabur Ikan
Sesuai laporan Dinas Kesehatan NTT, Kasus DBD juga bertambah menjadi 467 dibandingkan Januari 2021 sebanyak 338 kasus. Saat ini kasus DBD terbanyak berasal dari Kota Kupang sebanyak 173 kasus, Manggarai Timur 83 kasus, Sikka 43 kasus, dan Sabu Raijua 35 kasus, Timor Tengah Utara 27 kasus, Ngada 15 kasus, dan Manggarai 14 kasus.
Adapun pasien DBD asal Rote Ndao yang meninggal tersebut, dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Kupang dalam kondisi dengue shock syndrome (DSS). Namun, belum ada keterangan anak tersebut terjangkit DBD dari tempat asalnya di Rote Ndao atau di Kota Kupang.
"Pasien itu datang bersama tantenya ke Kupang 7 Februari, dia sudah panas tetapi di rumah saja sampai 12 Februari, pikir mereka panas biasa, 13 Februari di bawa ke rumah sakit, 14 Februari meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dokter Retnowati. Sampah diduga menjadi penyebab meningkatnya kasus DBD di NTT. Di Kota Kupang misalnya, warga
membuang sampah sembarangan dan lemahnya penanganan sampah oleh pemerintah.
Pada musim hujan seperti saat ini, sampah yang terbawa air hujan menumpuk di selokan dan pinggir jalan utama sampai permukiman penduduk. Pengelolaan sampah yang lemah tersebut menjadi tempat berkembangnya vektor Aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab demam berdarah. (OL-6)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved