Rabu 17 Februari 2021, 12:43 WIB

Pascabanjir, Harga Kebutuhan Pokok di Kalsel Melonjak

Denny Susanto | Nusantara
Pascabanjir, Harga Kebutuhan Pokok di Kalsel Melonjak

MI/MOHAMMAD IRFAN
Harga kebutuhan pokok pangan di Kalimantan Selatan melonjak setelah banjir melanda sebagain besar wilayah itu.

 

BENCANA banjir besar yang melanda 11 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan telah memicu meningkatnya harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut. Harga gas subsidi 3 kilogram mencapai Rp45 ribu. Pantauan Media harga kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah sentra perdagangan dan pasar tradisional di Kalsel melonjak cukup tinggi. Lonjakan harga terjadi pada beberapa komoditas seperti sayuran, ikan, daging, gula hingga gas.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, Rabu (17/2), mengatakan kenaikan harga disebabkan cuaca buruk dan bencana banjir yang menyebabkan banyak petani gagal panen. 

"Sentra-sentra pertanian di Kalsel mengalami banjir. Ini memicu kenaikan harga terutama jenis ikan haruan, papuyu, sayuran dan cabe lokal," tuturnya.

Menurut catatan Dinas Perdagangan Kalsel, harga cabe rawit lokal masih tinggi Rp90 ribu perkilogram, sebelumnya bahkan mencapai Rp100 ribu. Demikian juga harga ikan lokal jenis haruan dan papuyu dipasaran sempat Rp120 ribu perkilogram. Kenaikan juga terjadi pada beberapa komoditas lainnya.

Diakui Birhasani bencana banjir menyebabkan jalur distribusi kebutuhan pokok terganggu. 

"Distribusi kebutuhan pokok antar kabupaten terganggu karena banyak jalan rusak dan terputus. Sejak pekan lalu kita melakukan operasi pasar kebutuhan pokok di daerah terdampak bencana banjir seperti Tabalong, Hulu Sungai Tengah dan Banjar," ujarnya.

Sama halnya dengan pasokan BBM dan gas dari Pertamina juga mengalami kendala. Dinas Perdagangan telah berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswanamigas terkait permasalahan ini. 

"Laporan dari Pertamina stok BBM dan gas sangat mencukupi tetapi distribusinya terhambat sehingga pasokan ke SPBU dan SPBE sering terlambat. Kondisi ini memicu terjadinya kenaikan harga," tambahnya.

Endah, 55 pedagang gorengan di Kayutangi Banjarmasin Utara mengeluhkan kondisi kelanggkaan gas ini. 

"Sudah sekian lama gas 3 kilogram sulit dicari. Kalau pun ada harganya sampai Rp45 ribu bahkan Rp50 ribu pertabung. Ini sangat menyulitkan warga miskin," keluhnya.

Di pangkalan yang biasanya gas datang seminggu sekali berubah menjadi dua sampai tiga minggu baru datang. Itupun sering kehabisan sehingga banyak warga tidak memperoleh gas subsidi. Anehnya gas tersedia di pedagang eceran dengan harga jauh lebih mahal.

Informasi di daerah-daerah terdampak bencana gas melon sulit dicari dan harganya jauh diatas harga eceran tertinggi. Arman warga Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengatakan harga gas di wilayahnya masih tinggi sempat menembus harga Rp50 ribu. Pertamina beberapa kali melakukan operasi pasar gas namun masih jauh dari mencukupi.

baca juga: Presiden Diminta Turun Tangan Selamatkan Pegunungan Meratus

Ketua Hiswanamigas Kalsel, Saibani mengatakan hingga kini distribusi BBM dan gas ke kabupaten masih terganggu akibat banjir.

"Untuk gas telah dilakukan operasi pasar di sejumlah daerah. Memang masih ada laporan soal harga yang masih tinggi di lapangan," tuturnya.

Hingga kini kerusakan jalan trans Kalimantan di Kalsel belum pulih. Truk-truk pengangkut barang kebutuhan pokok antar kabupaten dalam provinsi maupun antar provinsi terhambat.(OL-3)


 

Baca Juga

Dok. Agriensia Raya

Oleh-Oleh Kekinian Asli Medan Ini Buka Gerai Kedua, Beri Kejutan Bagi Penumpang Pesawat

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 23:08 WIB
Bolu Stim Menara merupakan makanan kekinian asli Medan yang mampu menjadikan bahan baku asli Medan seperti pandan, markisa, srikaya, jeruk...
DOK Telkomsel.

Kartu Telekomunikasi yang Dipakai Surfer WSL di Banyuwangi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:20 WIB
Lokasi WSL tepat berada di kelengkungan bumi sehingga tim network memasang dua combat yakni Plengkung dan...
MI/Benny Bastiandy

Pemandian Air Panas Alami di Pasar Cipanas Jadi Daya Tarik Wisata

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:06 WIB
PASAR Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki potensi sumber air panas alami. Saat ini potensinya sudah ditata sedemikian rupa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya