Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Penyelidikan dan Pengembagan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta memperingatkan masyarakat tentang potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas yang mengarah ke sektor selatan-barat daya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Rachmad Widyo Laksono mengemukakan potensi tersebut meliputi Sungai Kuning, Sungai Boyong, Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng, dan Sungai Putih sejauh maksimal 5 km.
"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," kata Rachmad.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya serta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
"Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi," jelasnya.
Baca juga: Lava Pijar Gunung Merapi Meluncur Hingga 1.500 M dari Puncak
Sementara terkait dengan pengamatan terhadap Gunung Merapi selama 12 jam mulai dari pukul 18.00 hari Minggu (14/2) hingga pukul 06.00 hari Senin (15/2), gunung tertutup kabut dan awan kawah tidak teramati.
Pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 hari Senin, dilaporkan adanya dua kali guguran lava pijar kearah barat daya dengan jarak luncur maksimum 900 meter.
Selama 12 jam, lanjutnya, seismogram mencatat adanya kegempaan guguran sebanyak 59 kali dengan amplitudo 3-30 milimeter dan durasi 11-91 detik, 2 kali tektonik jauh dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 24 detik, kegempaan fase banyak atau hybrid 31 kali dengan amplitudo 3-34 milimeter dan durasi 110-114 detik.
Disebutkan dengan aktivitas tersebut, sampai saat ini BPPTKG Yogyakarta masih menyematkan status Siaga atau Level III.(OL-5)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved