Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG berakhirnya masa jabatan bupati Drs.Agustinus ch. Dula, para petani di delapan kecamatan semakin tak diperhatikan. Terutama oleh Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai barat (Mabar) maupun pihak-pihak yang mengurus pasokan pupuk hingga ke pelosok desa.
Kondisi ini terpantau sejak tiga bulan lalu. Umumnya petani sawah di masa tanam kerap kali menemukan pupuk langka. Terutama di delapan kecamatan pasca masa tanam di awal tahun ini. Yaitu di Kecamatan Welak, Ndoso, Kecamatan Pacar, Kuwus Barat, Kuwus, Bari, dan Boleng.
Yohanes Salimin, petani Kecamatan Welak, Minggu (7/2) menelpon Media Indonesia dan meminta untuk dipublikasi karena sudah empat bulan berlalu, keluhan petani sawah tak pernah direspons pihak pengedar atau distributor pupuk.
"Petani kesulitan menemukan pupuk untuk membantu menyokong proses tumbuhnya padi yang telah di tanam. Tolong pak ditulis jangan lupa ini keluhan kami," ucapnya bernada lantang dan berharap agar bisa tersebar.
Dia mengaku hampir semua Kecamatan mengalami hal yang sama. Bahkan ada beberapa saudara saya tinggal di Kecamatan Ndoso, Boleng, juga mengeluh dan menuturkan hal serupa. Yaitu telah terjadi kelangkaan total. Para petani di desa-desa dengan terpaksa harus pergi ke Kabupaten Manggarai untuk membeli pupuk dengan harga nonsubsidi.
Yohanes mengatakan bahwa di akhir masa jabatan Bupati Agustinus Dula, petani semakin tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten hingga ke tingkat desa. Kemungkinanm karena rencana adanya perubahan struktural atau jabatan baru.
"Kalaupun petani sawah mendapatkan pupuk, itupun dengan harga yang cukup tinggi. Apalagi pergantian kepemimpinan Bupati, instansi di bawahnya menunggu keputusan dari atas. Sedangkan rakyat kesulitan seperti pupuk," katanya.
Fidelis Kantur, petani Welak menceritakan ratusan hektare tanaman padi yang ditanam terancam mati. Lantaran tak ada pupuk untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi. Kali ini dialami ratusan bahkan ribuan petani di seluruh pelosok wilayah di Kabupaten Manggarai Barat.
"Kami mendesak dan meminta lembaga DPRD Kabupaten Manggarai Barat untuk segera bersuara agar para petani bisa mendapatkan pupuk untuk kelangsungan hidup mereka," tegas Fidelis.
Keluhan serupa juga datang dari warga Kecamatan Bari. Sarifudin Sun menyebutkan, selain kelangkaan pupuk dan ketiadaan stok pupuk, warga di wilayah itu juga dihadapkan dengan buruknya kondisi ruas jalan sehingga tidak ada pasokan pupuk datang dari luar ke wilayah Bari.
Syarifudin mengungkapkan suasana ini dipersulit akibat kekosongan kekuasaan di tingkat kabupaten hingga ke tingkat bawah tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat seperti para petani sawah.
"Pergantian masa jabatan atau tongkat kepemimpinan di kabupaten berdampak pada keluhan masyarakat terhadap kebutuhan akan pupuk. Urusan politik hingga berimbas pada kelangkaan pupuk," katanya. (JL/OL-10)
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mendampingi 12 warga Jabar dalam menghadapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Pupuk Indonesia menyambut Perpres 113/2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi yang dinilai mendorong efisiensi industri.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
Penyelewengan pupuk bersubsidi sebanyak 665 ton sudah beroperasi sejak tahun 2020 hingga merugikan keuangan negara hingga Rp4,5 miliar.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
PENYALURAN pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) pada hari pertama di 2026 langsung diserbu para petani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved