Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG berakhirnya masa jabatan bupati Drs.Agustinus ch. Dula, para petani di delapan kecamatan semakin tak diperhatikan. Terutama oleh Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai barat (Mabar) maupun pihak-pihak yang mengurus pasokan pupuk hingga ke pelosok desa.
Kondisi ini terpantau sejak tiga bulan lalu. Umumnya petani sawah di masa tanam kerap kali menemukan pupuk langka. Terutama di delapan kecamatan pasca masa tanam di awal tahun ini. Yaitu di Kecamatan Welak, Ndoso, Kecamatan Pacar, Kuwus Barat, Kuwus, Bari, dan Boleng.
Yohanes Salimin, petani Kecamatan Welak, Minggu (7/2) menelpon Media Indonesia dan meminta untuk dipublikasi karena sudah empat bulan berlalu, keluhan petani sawah tak pernah direspons pihak pengedar atau distributor pupuk.
"Petani kesulitan menemukan pupuk untuk membantu menyokong proses tumbuhnya padi yang telah di tanam. Tolong pak ditulis jangan lupa ini keluhan kami," ucapnya bernada lantang dan berharap agar bisa tersebar.
Dia mengaku hampir semua Kecamatan mengalami hal yang sama. Bahkan ada beberapa saudara saya tinggal di Kecamatan Ndoso, Boleng, juga mengeluh dan menuturkan hal serupa. Yaitu telah terjadi kelangkaan total. Para petani di desa-desa dengan terpaksa harus pergi ke Kabupaten Manggarai untuk membeli pupuk dengan harga nonsubsidi.
Yohanes mengatakan bahwa di akhir masa jabatan Bupati Agustinus Dula, petani semakin tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten hingga ke tingkat desa. Kemungkinanm karena rencana adanya perubahan struktural atau jabatan baru.
"Kalaupun petani sawah mendapatkan pupuk, itupun dengan harga yang cukup tinggi. Apalagi pergantian kepemimpinan Bupati, instansi di bawahnya menunggu keputusan dari atas. Sedangkan rakyat kesulitan seperti pupuk," katanya.
Fidelis Kantur, petani Welak menceritakan ratusan hektare tanaman padi yang ditanam terancam mati. Lantaran tak ada pupuk untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi. Kali ini dialami ratusan bahkan ribuan petani di seluruh pelosok wilayah di Kabupaten Manggarai Barat.
"Kami mendesak dan meminta lembaga DPRD Kabupaten Manggarai Barat untuk segera bersuara agar para petani bisa mendapatkan pupuk untuk kelangsungan hidup mereka," tegas Fidelis.
Keluhan serupa juga datang dari warga Kecamatan Bari. Sarifudin Sun menyebutkan, selain kelangkaan pupuk dan ketiadaan stok pupuk, warga di wilayah itu juga dihadapkan dengan buruknya kondisi ruas jalan sehingga tidak ada pasokan pupuk datang dari luar ke wilayah Bari.
Syarifudin mengungkapkan suasana ini dipersulit akibat kekosongan kekuasaan di tingkat kabupaten hingga ke tingkat bawah tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat seperti para petani sawah.
"Pergantian masa jabatan atau tongkat kepemimpinan di kabupaten berdampak pada keluhan masyarakat terhadap kebutuhan akan pupuk. Urusan politik hingga berimbas pada kelangkaan pupuk," katanya. (JL/OL-10)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
PENYALURAN pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) pada hari pertama di 2026 langsung diserbu para petani.
PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia resmi menandatangani kontrak pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di 2026.
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat penjualan pupuk nonsubsidi sebesar 836 ribu ton melalui program One Day Promotion (ODP) yang digelar di 10 provinsi.
Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025 sebagai revisi atas Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved