Kamis 04 Februari 2021, 20:40 WIB

Minta Dibangun Pemecah Gelombang, Warga Waipare Malah Diberi Nasi

Gabriel Langga | Nusantara
Minta Dibangun Pemecah Gelombang, Warga Waipare Malah Diberi Nasi

MI/Gabriel Langga
Puluhan rumah warga di Waipare, Desa Watumilok, Kabupaten Sikka, NTT terdampak akibat abarasi laut.

 

GELOMBANG tinggi kembali mengganas di Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur beberapa hari ini. Mengakibatkan sekitar 30-an rumah warga setempat terancam ambruk.

Berdasarkan pantauan mediaindonesia.com, Kamis (4/2), gelombang laut masih menganas dan tinggi. Sampai air laut dari hempasan gelombang itu langsung tiba ke pemukiman warga yang tinggal di pesisir pantai itu.

Terlihat, sejumlah warga Waipare sibuk membersihkan rumah dan peralatan rumah yang hancur akibat gelombang yang terjadi beberapa hari ini. Ada pula warga yang berusaha menutup rumahnya dengan karung berisi pasir untuk menahan gelombang air laut tersebut.

Irwan, salah satu warga Waipare saat ditemui mediaindonesia.com, mengakui tiap tahun rumah warga di sini selalu dihantam gelombang laut. Warga juga berkali-kali mengusulkan kepada pemerintah untuk dibangun pemecah gelombang. Namun, tidak pernah realisasi hingga saat ini.

"Sudah tiga tahun kepemimpinan Bupati Sikka, kita usulkan untuk bangun pemecah gelombang. Tetapi tidak pernah realisasi. Kalau rumah warga di sini dihantam abrasi, pemerintah hanya datang pindahkan kami, lalu berikan bantuan nasi bungkus. Warga  di sini tidak butuh nasi bungkus. Kami butuh dibangun pemecah gelombang . Diusulkan, diusulkan hingga bilang PI tetapi tidak pernah ada realisasi dari pemerintah," kesalnya.

Irwan mengaku pihaknya pernah bertengkar dengan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tahun lalu. Jika warga tidak butuh bantuan nasi. "Kami butuh dibangun pemecah gelombang bukan nasi, jadi tiap tahun tidak kena musibah ini. Bukan dikasi nasi," papar Irwan ini.

Hal yang sama juga disampaikan warga Waipare Ruslan bahwa sudah tiga hari rumah warga yang tinggal di pesisir pantai ini dihantam gelombang laut. "Sudah tiga hari ini gelombang laut besar sekali. Ada beberapa rumah warga di sini rusak," papar dia.

Selain gelombang laut, ia mengaku saat ini warga di sini yang berprofesi sebagai nelayan tidak melaut. Ruslan berharap pemerintah bisa membangun pemecah gelombang sehingga rumah mereka bisa terlindungi dari ganasnya gelombang laut. (OL-13)

Baca Juga: Ganjar: Dua Hari Di rumah Saja untuk Merenungi Imbas Covid

 

Baca Juga

Ist

Ratusan Warga Pekanbaru Dukung Sandiaga Uno Maju ke Pilpres 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 09:20 WIB
Dukungan ini diberikan saat Teman Sandi, kelompok relawan pendukung Sandiaga Uno, menggelar kegiatan di Kota Pekanbaru,...
MI/Amiruddin A.R

Empat Poter Tim Ranger Konservasi Leuser Diserang Harimau di Aceh Selatan

👤Amiruddin MR 🕔Senin 30 Januari 2023, 01:05 WIB
EMPAT orang pengantar barang dan bahan logistik (poter) Team Ranger Forum Konservasi Leuser (FKL) yang sedang melakukan kegiatan di kawasan...
dok.ist

Ganjaran Buruh Berjuang Banten Resmi Dikukuhkan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 23:03 WIB
KEPENGURUSAN relawan Ganjaran Buruh Berjuang (GBB) Provinsi Banten kini telah resmi dikukuhkan oleh pengurus Pusat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya