Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat tiga orang meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang balita dan anak-anak selama Januari 2021.
Tiga orang yang meninggal masing-masing berasal dari Kota Kupang, Flores Timur, dan Ngada, sedangkan total kasus sampai Jumat (29/1) sebanyak 236 orang tersebar di Kota Kupang dan 17 kabupaten.
Pasien DBD yang menjalani perawatan, terbanyak di Kota Kupang 77 orang, Manggarai Timur 47 orang, Sabu Raijua 29 orang. Sikka 16 orang, Ngada 15 orang, dan Manggarai 13 orang.
Kepala Dinas Kesehatan NTT dokter Messe Ataupah minta masyarakat membersihkan lingkungannya agar tidak menjadi sarang nyamuk dengan melakukan 3M yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas.
Dokter Ataupah minta masyarakat masyarakat serius membersihkan lingkungan masing-masing agar terhindar dari DBD dan penyakit lainnya.
"Jaga diri masing-masing, semua lagi terbatas, eskalasi terlalu cepat," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia.
Baca juga : Tim Penggerak PKK Papua Barat Salurkan 300 Sembako ke Maybrat
Masyarakat juga perlu mengenali gejala DBD yakni demam 2-7 hari dan biasanya mencapai 39 derajat celcius, nyeri otot dan tulang, nyeri kepala dan gejala yang sering muncul ialah timbul bintik-bintik merah pada kulit. Apabila ada geja seperti itu pada penderita, segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan pengobatan.
Sementara itu di Kota Kupang, Lurah Liliba Viktor Makoni mengeluarkan edaran kepada ketua RT, RW, karang taruna, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membersihkan tempat genangan air dan sampah di pinggir jalan dan halaman rumah untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aides Aegypti yang membawa virus dengue penyebab demam berdarah.
"Giatkan kembali gotong royong di wilayah masing-masing untuk pembersihan lingkungan agar jangan ada jentik nyamuk DBD sehingga anak-anak terhindar dari DBD," kata Viktor Makoni.
Sementara itu, di Kota Tasikmalaya sudah muncul kasus demam DBD sejak awal Januari 2021 tercatat 10 orang. Peningkatan tersebut, paling tinggi pada 2020 dengan jumlah 1.409 kasus di antaranya 20 orang meninggal dunia.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana mengatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus DBD di 10 Kecamatan yang tersebar di 69 Kelurahan. Karena, selama ini tercatat 10 orang positif dan salah seorang pasien kembali masuk hingga sekarang telah mendapat perawatan. (OL-2)
Kendaraan yang terlanjur beroperasi dan telah masuk wilayah Tasikmalaya, supaya masuk ke kantong-kantong parkir yang disiapkan di Rajapolah, Jamanis dan Ciawi.
Rumah Sakit (RS) Jasa Kartini Tasikmalaya merayakan hari jadinya yang ke-29 dengan mempertegas posisinya sebagai pionir layanan kesehatan swasta di Priangan Timur.
Warga awalnya mengira pemuda itu kecapean karena puasa hingga pingsan di jalan, tapi ternyata nekat minum kopi dicamur racun tikus gegara putus cinta sama mantan pacarnya.
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Berkurangnya anggaran itu berdampak pada pembangunan di 10 kecamatan yang harus dihitung ulang.
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved