Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDISTRIBUSIAN vaksin Sinovac di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus dilaksanakan ke seluruh fasilitas layanan kesehatan. Hingga sekarang, dari 10 ribu vial atau dosis yang diterima Kabupaten Cianjur dari Pemprov Jabar pada tahap pertama, Selasa (26/1), sudah terdistribusikan hampir 50%.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzi, mengaku pendistribusian vaksin yang tinggal tersisa 50% lagi bisa diselesaikan pekan depan. Pasalnya, akhir Februari mendatang, tahapan vaksinasi gelombang pertama untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya sebanyak lebih kurang 5 ribu bisa rampung.
"Kami mengharapkan agar para tenaga kesehatan sesegara mungkin melaksanakan vaksinasi, karena kalau tidak kita akan terlambat menerima droping vaksin berikutnya," kata Irvan di sela peluncuran vaksinasi covid-19 di Pendopo Cianjur, Kamis (28/1).
Berbagai target road map vaksinasi yang ditetapkan, kata Irvan, sangat penting tercapai mengingat bakal ada distribusi tahap berikutnya. Pada tahap kedua distribusi vaksin, sasarannya diprioritaskan bagi yang bekerja pada pelayanan publik.
"Ada sekitar 100 ribu dosis vaksin yang nanti diterima Kabupaten Cianjur pada tahap selanjutnya. Sasarannya, mereka yang bekerja pada public service sebanyak 52 ribu orang," ungkap Irvan.
Peluncuran vaksinasi covid-19 yang di antaranya diikuti Plt Bupati Cianjur, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi profesi, ataupun influencer setidaknya akan membantu menyosialisasikan bahwa vaksin aman dan halal. Para influencer tersebut tidak mendapatkan vaksin dari kuota tahap awal sebanyak 10 ribu dosis
"Para tokoh atau influencer ini mendapatkan vaksin tambahan di luar yang didistribusikan sebanyak 10 ribu dosis. Jumlah influencer ini sesuai dengan yang diinstruksikan pemerintah," pungkasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, mengaku tidak mengalami efek apapun pascavaksinasi. Herman pun meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman dan halal.
"Tadi setelah divaksin saya langsung diobservasi selama 30 menit. Alhamdulillah tidak terasa apa-apa," kata Herman.
Dua pekan ke depan, lanjut Herman, ia akan kembali menerima vaksin kedua kalinya. Herman pun yakin dengan program vaksinasi yang sekarang sudah berjalan, maka perlahan tapi pasti, kekebalan tubuh manusia akan semakin meningkat melawan covid-19.
"Pada 11 Februari nanti, saya akan menjalani kembali vaksinasi. Semoga dengan adanya vaksinasi ini kehidupan masyarakat di berbagai sektor bisa kembali normal dan perekonomian pun bisa bangkit. Jangan lupa, 3M dan 3T tetap diterapkan meskipun sudah menjalani vaksinasi," pungkasnya. (BB/OL-10)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved