Kamis 21 Januari 2021, 12:40 WIB

Pemprov Sulsel Pulangkan Pengungsi Gempa ke Jawa

Lina Herlina | Nusantara
Pemprov Sulsel Pulangkan Pengungsi Gempa ke Jawa

Dok Dinas Sosial Pemprov Sulawesi Selatan
Antrian pengungsi asal Jawa Tengah dan Jawa Timur yang siap dipulangkan dari Sulawesi Selatan ke kampung halaman.

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memulangkan sebanyak 102 orang warga asal Jawa Timur dan Jawa Tengah yang merupakan korban gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, yang ikut memgungsi bersama 686 orang lainnya ke Sulawesi Selatan.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Sulsel, Gemala Faoza menjekaskan mereka semua dipulangkan ke kampung halamannya melalui Lanud Hasanuddin, Makassar, Kamis (21/1) menggunakan pesawat jenis hercules mulik TNI AU.

Mereka yang dipulangkan masing-masing dari 54  warga Jawa Tengah, dan 48 warga Jawa Timur. 

"Kami dari Dinsos Sulsel sudah berkoordinasi dengan Dinsos Jatim dan Jateng maupun kabupaten masing-masing di dua provinsi tersebut. Rencananya ditujuan nanti, rombongan pengungsi akan dijemput oleh Gubernur masing-masing," kata Gemala Faoza.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyebutkan menanggung semua biaya pemulangan warga Jatim dan Jateng yang terkena dampak gempa bumi di Sulbar melalui jalur udara.

"Kita sudah persiapkan keberangkatan untuk kembali ke Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada lagi saudara-saudara kita dari Mamuju yang akan masuk ke Makassar. Dan kita sudah siapkan lokasi pengungsiannya," sebut Nurdin.

Hingga Rabu (20/1), ada 686 korban gempa dari Sulawesi Barat, yang mengungsi ke Kota Makassar. Mereka ditampung di tiga lokasi, yaitu Aula Dinas Sosial Sulsel, Asrama Haji Sudiang, dan UPT Inang Matutu. Dari jumlah itu, sebagian dijemput anggota keluarga, sehingga tidak menempati lokasi pengungsian yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

baca juga: Bantu Gempa Sulbar, Kemensos Keluarkan Logistik Gudang Sulbar

Di UPT Inang Matutu, yang ditampung sebanyak 84 orang, terdiri dari balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dan orang dewasa 43 orang. Di Asrama Haji Sudiang, sebanyak 28 orang, terdiri dari bayi 2 orang dan orang dewasa 26 orang. Juga terdapat 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang ditampung di Hotel Swissbell, yang merupakan lokasi karantina Covid-19. (OL-3)
 

Baca Juga

DOK MI

Calon Kades Di Garut Wajib Jalani Tes Narkotika

👤Kristiadi 🕔Kamis 15 April 2021, 01:34 WIB
BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, Jawa Barat melakukan tes urine kepada para bakal calon kepala desa. Ditargetkan tes...
Dok Media Indonesia

Permintaan Ikan Air Tawar dari Danau Maninjau Meningkat 5 Ton

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 23:48 WIB
Ikan jenis nila dan mas itu dipasarkan ke pasar tradisional di Sumbar, Jambi, Riau dan...
Antara

TWC Gelar Vaksinasi bagi Pelaku Wisata di Candi Borobudur

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:45 WIB
"Harapannya nanti siap untuk menyambut datangnya wisatawan serta ikut menciptakan ekosistem wisata yang aman dan nyaman untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya