Kamis 21 Januari 2021, 10:00 WIB

Belasan Ribu Warga Terdampak Banjir Pekalongan yang Sulit Surut

Akhmad Safuan | Nusantara
Belasan Ribu Warga Terdampak Banjir Pekalongan yang Sulit Surut

MI/Akhmad Safuan
Belasan Ribu Warga Terdampak Banjir Pekalongan yang Sulit Surut

 

BENCANA banjir yang melanda Kabupaten dan Kota Pekalongan mengakibatkan 5.075 rumah terendam dan belasan ribu warga terdampak banjir yang diperkirakan sulit surut. Karena banjir datang dari hulu dan hilir secara bersamaan.

Menurut pemantauan Media Indonesia, Kamis (21/1) banjir Dengan ketinggian air 10-80 centimeter masih merendam dua daerah di pantura barat Jawa Tengah. Yakni Kabupaten dan Kota Pekalongan, sebagian besar warga masih tetap bertahan di rumah mereka masing-masing meskipun setiap jam harus bekerja keras menguras dan membersihkan rumah dari air dan kotoran serta sebagian lain bertahan di tempat pengungsian.

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan banjir yang terjadi sejak Senin (18/1) tersebut merendam puluhan desa/kelurahan di sebagian besar kecamatan bagian hilir. Sedikitnya 5.075 rumah dan belasan warga terdampak.

''Di daerah ini ada 2.075 rumah terendam dan 6.619 warga terdampak. Saat ini berbagai bantuan logistik dan obat-obatan terus disalurkan,'' kata Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo.

Banjir di Kabupaten Pekalongan, ungkap Budi Rahardjo, menimpa warga di beberapa kecamatan terjadi akibat tingginya intensitas hujan dan meluapnya beberapa sungai. Selain merendam perkampungan juga ribuan hektare sawah di Kecamatan Tirto, Sragi, Siwalan, dan Kedungwuni.

Kepala BPBD Kota Pekalongan Saminta mengatakan banjir yang terjadi di Kota Batik ini merendam hampir seluruh kota. Sehingga mengakibatkan perrkonomian lumpuh dan menimbulkan gelombang pengungsian. Karena ada 3.000 rumah warga terendam, bantuan logistik dan obat-obatan terus didistribusikan ke lokasi banjir dan pengungsian.

''Kita siapkan pengungsian di beberapa tempat seperti Kantor PMI, Gedung Yayasan Satya Wiguna dan Gedung Yayasan Gotongtoyong serta GOR, dapur umum kita dirikan di beberapa titik untuk mempermudah pentaluran logistik,'' ujar Saminta.

Berdasarkan pendataan, demikian Saminta, banjir menimpa 14 kelurahan di tiga kecamatan. Yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara dan Pekalongan Timur dengan ketinggian rara-rata 60 centimeter. ''Ada 500 warga yang masih bertahan mengungsi karena rumah mereka tidak dapat ditempati,'' imbuhnya.

Banjir Mmlanda Pekalongan ini diperkirakan akan memerlukan waktu cukup lama surut. Karena banjir tidak hanya terjadi akibat intensitas hujan tinggi dan sungai meluap, tetapi juga disebabkan air laut pasang (rob). ''Banjir dari atas dan bawah menjadikan sulit untuk cepat surut,'' kata Saminta disinggung mengenai penyebab banjir.

Banjir dari atas, lanjut Saminta, adalah merupakan banjir kiriman dari daerah hulu yakni di Kabupaten Pekalongan, sedangkan banjir dari bawah karena dalam waktu bersamaan terjadi rob yang menjadi langganan merendam dua per tiga Kota Pekalongan. (AS/OL-10)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Belum Turun Signifikan

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 05 Maret 2021, 11:11 WIB
Kasus covid-19 di Klaten, Jawa Tengah, hingga saat ini belum menunjukkan tren penurunan yang...
ANTARA/HO

Seekor Gajah Liar Ditemukan Mati di Aceh Jaya

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 11:09 WIB
BKSDA Provinsi Aceh kemudian membentuk tim guna melakukan pengecekan langsung ke Kabupaten Aceh Jaya, untuk memastikan penyebab kematian...
Medcom.id

Pandemi Tak Reda Jadi Bahasan Rakor Kepala Daerah se Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:39 WIB
Kasus covid-19 di Kalimantan Selatan yang belum reda menjadi pokok bahasan rakor kepala daerah se Kalsel yang dipimpin oleh Pj Gubernur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya