Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali tidak pernah putus menjalin koordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogjakarta, terkait Merapi yang masih bergolak dengan status Siaga. Mereka tidak ingin terlambat dalam proses penyelamatan, jika fase erupsi Merapi makin membesar, hingga membahayakan warga KRB III wilayah kecamatan Selo, Boyolali. Sebab sejauh ini, kecuali suara dentuman Merapi, muntahan lava panas maupun awan panas guguran tidak terpantau dari kawasan Boyolali.
"Koordinasi BPBD Boyolali dengan BPPTKG tidak pernah terputus, mengingat gejolak vulkanis Merapi tidak terlihat langsung dari kawasan Selo, Boyolali. Padahal pada fase erupsi yang sudah berlangsung ini, ribuan warga di pemukiman yang masuk di KRB III, sebagian besar belum turun. Saat ini, yang masih bertahan di pengungsian tinggal 241 warga," tukas Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo ketika dikonfirmasi, Senin (18/1).
Menurut dia, tingkat risiko bencana yang ditimbulkan dari dampak erupsi Merapi di wilayah sejumlah dukuh KRB III di tiga desa, kecamatan Selo, Boyolali diprediksi paling kecil dibandingkan Magelang, Klaten, maupun Sleman. Namun BPBD Boyolali tidak ingin kapiran atau tertinggal informasi .
Yang jelas, Pemkab Boyolali tidak pernah kendor dalam mengamati aktivitas vulkanis Merapi. Sebagian relawan kemanusiaan masih ditempatkan di tiga lokasi yang menjadi tempat pengungsian sementara (TPS).
"Ada 30 relawan kebencanaan BPBD yang masih disiagakan di 3 TPS yang ada di Tlogolele, Klakah maupun Jrakah. Kebutuhan logistik juga masih aman, demikian pula obat-obatan. Kita juga koordinasi dengan Polri dan TNI untuk tindakan lapangan dan juga proses evakuasi yang diperlukan, termasuk dengan relawan desa," imbuh Bambang Sinungharjo.
Pantauan Media Indonesia, bahwa pada Senin pagi, kembali Merapi memuntahkan awan panas guguran. Catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat arah awan panas mengarah ke hulu Kali Krasak.
Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, terdapat awan panas guguran di Gunung Merapi pada tanggal 18 Januari 2021 pukul 05.43 WIB. Awan panas itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 22 milimeter dan durasi 112 detik. Saat erupsi, angin bertiup ke tenggara. (WJ/OL-10)
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Target penanaman satu juta pohon bukan sekadar angka, melainkan gerakan besar untuk membangkitkan kepedulian warga terhadap pelestarian Merapi.
Selain penanaman pohon di 50 hektar kawasan TNGM, pihaknya juga akan melakukan kajian terkait pemulihan ekosistem di lokasi-lokasi bekas penambangan liar.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan telah terjadi Awan panas dengan jarak luncur 1,1 kilometer, Rabu (18/9) pagi.
Survei dari platform layanan akomodasi RedDoorz menunjukkan bahwa berlibur ke luar kota lebih diminati dibandingkan dengan staycation,
SEJAK Minggu (2/6) kemarin pukul 18.00 WIB hingga Senin (3/6) pukul 06.00 WIB, Gunung Merapi memuntahkan lava hampir setiap jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved