Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Teknologi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT) memperingatkan hujan ekstrem yang melanda beberapa wilayah Indonesia. Di Kalimantan Selatan, tingkat curah hujan yang terjadi telah mencapai 270 mm per hari.
"Hujan yang terjadi beberapa hari ini dan cukup lebat lebih disebabkan ada daerah pertemuan atau pumpun angin di wilayah Kalimantan Selatan. Ini akan menyebabkan penumpukan massa udara dan menyebabkan pertumbuhan awan yang cukup masif di daerah tersebut. Seperti terlihat pada gambar gradien angin bahwa sejak beberapa hari lalu terjadi daerah konvergensi angin dan terlihat lebih kuat," kata Kepala BBTMC-BPPT Jon Arifian dalam keterangannya, Sabtu (16/1).
Jon Arifian mengatakan dari analisis vektor angin global dari 8-12 Januari 2021, wilayah Indonesia merupakan area pertemuan angin dari Samudra Pasifik (timur) dan Samudra Hindia (barat). Ini menyebabkan pengumpulan massa udara di wilayah Indonesia bagian tengah. Pengumpulan massa udara yang cukup masif berpotensi menyebabkan hujan ekstrem seperti yang terjadi di Kalimantan Selatan.
Dari beberapa penakar hujan milik BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan
Geofisika), tingkat curah hujan yang terjadi di Kalimantan Selatan telah
mencapai 270 mm per hari. Hal tersebut masuk dalam kategori sangat ekstrem.
"Banjir setinggi 2-3 meter melanda Kalimantan Selatan dan menyebabkan rumah
warga terendam banjir. Hujan yang terjadi beberapa hari sebelumnya dan
hujan ekstrem tadi malam merupakan penyebab banjir. Pusat curah hujan tertinggi terletak di wilayah Kalimantan Selatan bagian barat dan selatan, seperti terlihat pada gambar peta intesitas curah hujan BMKG," ungkap Jon Arifian.
Kendati begitu, Jon mengatakan peluang hujan di Kalimantan Selatan dalam
beberapa hari ke depan berdasarkan beberapa prediksi ECMWF dan GFS akan
berangsur menurun. "Kalaupun ada hujan pada beberapa hari setelahnya intensitasnya akan lebih ringan dari 14 dan 15 Januari 2021," ujar Jon.
Untuk wilayah-wilayah lain, kata Jon, masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem. "Saat ini wilayah Indonesia masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem karena Indonesia masih dalam kondisi La Nina walaupun kategori lemah. Untuk itu saya mengimbau masyarakat tetap waspada dengan cuaca ekstrem," tegasnya.
Fenomena hujan ekstrem, lanjut Jon Arifian, kerap terjadi di Indonesia dan disebabkan banyak hal. "Cuaca dan iklim di Indonesia dipengaruhi faktor global seperti fenomena La Nina, MJO, dan angin monsoon, dan lainnya.
Lihat saja index Nino 3.4 saat ini menunjukkan nilai -0.57 yang menunjukkan wilayah Indonesia mengalami La Nina lemah. Selain itu Maden Julian Oscilation (MJO) saat ini berada di kuadran 3 sehingga peningkatan aktivitas pertumbuhan awan berada di Samudra Indonesia sebelah barat Sumatra. Demikian juga dengan nilai IOD juga cenderung netral yaitu di nilai -0.24. (Put/OL-14)
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved