Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUNGSI erupsi Gunung Merapi yang masih tinggal di tempat evakuasi sementara (TES) Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, berjumlah 315 orang.
Posko BPBD Klaten melaporkan pengungsi sebanyak 315 orang itu, 227 di antaranya ditampung di TES Balai Desa Balerante dan 88 pengungsi lainnya berada di TES Balai Desa Tegalmulyo.
Sebanyak 227 pengungsi yang ditampung di TES Balai Desa Balerante meliputi balita (20), lansia (29), anak-anak (41), dewasa (121), ibu hamil (2), ibu menyusui (6), dan difabel (8).
Baca juga: Pasien Sembuh di Klaten Bertambah 24 Orang
Mereka adalah warga Desa Balerante asal Dukuh Sambungrejo, Ngipiksari, Ngelo, Sukorejo, dan Gondang. Lima dukuh ini merupakan kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi.
Sedangkan pengungsi erupsi Gunung Merapi di TES Balai Desa Tegalmulyo terdiri dari balita (5), lansia (21), anak-anak (15), dewasa (46), dan difabel atau berkebutuhan khusus (1).
Kemudian, pengungsi yang ditampung sementara di Balai Desa Tegalmulyo adalah warga KRB III Gunung Merapi yang berasal dari tiga dukuh, yakni Dukuh Canguk, Sumur, dan Pajegan.
Humas BPBD Klaten Nur Tjahjono, Rabu (6/1), mengatakan warga mengungsi setelah BPPTKG menaikkan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga pada 5 November 2020.
BPPTKG menetapkan tiga desa di Kecamatan Kemalang, yakni Balerante, Tegalmuyo, dan Sidorejo masuk KRB III Gunung Merapi. Namun, warga Desa Sidorejo belum mengungsi hingga saat ini.
"Untuk hewan ternak yang diungsikan di kandang komunal ada 112 ekor sapi. Hewan ini peliharaan warga Dukuh Sambungrejo, Ngipiksari, Ngelo, Sukorejo, dan Gondang," ungkap Nur Tjahjono. (OL-1)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved