Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Sembilan jembatan dan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) sepanjang tahun 2020. Meski sudah masuk 2021, bukan berarti bencana sudah tidak ada, sebab curah hujan diperkirakan masih tinggi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan bahwa selama tahun 2020, ada 9 jembatan yang mengalami kerusakan. Satu di antaranya hanyut diterjang banjir di Kecamatan Bantarsari.
''Sedangkan kerusakan jalan setidaknya ada di tiga titik. Seluruh infrastruktur yang rusak bakal dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk ditangani. Bahkan, Pak Bupati juga telah meminta agar infrastruktur yang rusak segera dapat ditangani,'' jelas Tri Komara, Minggu (3/1).
Dijelaskannya, penanganan dilakukan dengan berdasarkan skala prioritas. Sebelumnya, yang telah dikerjakan adalah tanggul-tanggul yang jebol akibat bencana banjir. ''Kalau tanggul jebol harus segera dikerjakan, sehingga ketika volume air sungai tinggi, sudah ada tanggul darurat, sehingga air tidak meluap,'' ujarnya.
Sementara pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan curah hujan tingkat menengah hingga tinggi berpotensi terjadi pada dasarian I atau 10 hari pertama Januari terjadi di 70% wilayah Jateng.
''Untuk curah hujan menengah berkisar antara 51-150 mm, sedangkan tinggi antara 151-300 mm dalam satu dasarian. Sementara untuk wilayah Jateng bagian selatan seperti Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Banjarnegara memiliki potensi curah hujan yang tinggi antara 151-200 mm,'' katanya.
Ia mengatakan curah hujan yang tinggi di Cilacap hampir merata di seluruh kecamatan, mulai dari ujung barat hingga ujung timur. Demikian juga di Banyumas, hampir seluruh kecamatan juga potensial dengan curah hujan tinggi. Kondisi serupa diperkirakan terjadi di hampir seluruh kecamatan di Banjarnegara. (LD/OL-10)
WARGA Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, harus berjibaku menyelamatkan diri setelah banjir besar di Sumut yang memutus akses utama desa
Warga menyeberangi Jembatan Bontotallasa yang ambruk di Dusun Pakere, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Warga bersama siswa menggunakan jasa rakit penyeberangan untuk melintasi Sungai Krueng Nagan yang menghubungkan Desa Latong dengan Desa Alue Buloh, Aceh.
Hujan dengan intensitas sedang yang terjadi mengakibatkan peningkatnya debit air sungai tinggi serta terkikisnya fondasi jembatan penghubung 4 desa.
Perbaikan mulai dilakukan pada Jumat (7/2). Perbaikan ini dilakukan karena kondisi jembatan yang memiliki panjang delapan meter dan lebar 1,5 meter ini sudah rusak dan nyaris ambruk.
JEMBATAN Mondokan, yang merupakan jembatan kuno peninggalan Belanda di Dukuh Winong, Desa Winong, Kecamatan Gondang, pada Minggu malam (15/12) putus dihantam banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved