Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada Sabtu (2/1) hingga Senin (3/1)
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan bahwa terdapat pola angin di wilayah indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut - timur laut dengan kecepatan 5-30 knot . "Sedangkan di wilayah indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya - barat laut dengan kecepatan 4-25 knot," kata Guswanto dalam keterangannya, Sabtu (2/1).
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna utara, Perairan Kep. Anambas - Kepulauan Natuna, Laut Natuna, dan Samudera Hindia selatan Jawa Tengah. "Kondisi ini mengakibatkan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," sebutnya.
Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Selat Malaka, perairan Banda Aceh-Lhokseumawe, perairan barat Aceh-Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, Samudra Hindia barat Kep. Nias-Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat, perairan selatan Bali hingga P. Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat dan Selat Ombai, Laut Sewu, perairan P. Sewu-P. Rotte-Kupang
Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT, perairan timur Kep. Lingga, perairan Kep. Bangka-Belitung, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Barat, perairan selatan Kalimantan-Kotabaru, Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan Kep. Sitaro-Kep. Sangihe, perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku, perairan barat Halmahera, perairan utara Jayapura-Sarmi, Laut Banda bagian timur, perairan Kep. Kei-Kep. Aru, perairan Kep. Tanimbar, Laut Arafuru, perairan selatan P. Yos Sudarso.
Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Indonesia lainnya, diantaranya adalah perairan utara Pulau Sabang, Samudra Hindia barat Aceh, perairan timur Kep. Bintan, Laut Natuna, perairan utara Singkawang, perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah-Jawa Timur, perairan Kep. Talaud, perairan utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Biak, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua .
Selanjutnya gelombang yang sangat tinggi kisaran 4,0 - 6,0 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan indonesia lainnya, diantaranya adalah Laut Natuna utara dan perairan Kepulauan Anambas - Kepulauan Natuna
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, Kata Guswanto BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).
Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). "Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkas Guswanto. (OL-13)
Baca Juga: Buaya Serang Nenek di Sampit Hingga Tangannya Putus
Selain hujan, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
KEPALA BMKG periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai langkah pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem saat ini sudah berada di jalur yang tepat.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
BMKG tetapkan status AWAS cuaca ekstrem di Jakarta Jumat, 23 Januari 2026. Waspada hujan sangat lebat, kilat, dan angin kencang. Cek detail wilayahnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved