Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETAHANA Dyah Hayuning Pratiwi yang berpasangan dengan Sudono mengklaim kemenangan dalam Pilkada Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng). Berdasarkan perhitungan internal PDIP Purbalingga, pasangan Tiwi-Dono mendapat perolehan 56,02% unggul atas pasangan Muhammad Zulhan Fauzi dan Zaini Makarim Supriyanto.
Dalam situs resmi KPU, Kamis (10/12) jam 07.30 WIB, Tiwi-Dono unggul 54,4% dari lawannya dengan 45,6% suara. Perhitungan tersebut telah mencapai 34,34% atau 731 TPS dari jumlah total 2.129 TPS.
Dalam pernyataan pada Rabu (9/12) malam, Dyah Hayuning Pratiwi yang juga sebagai Bupati Purbalingga mengatakan berdasarkan hasil penghitungan secara internal, pasangan Tiwi-Dono unggul.
"Saya berterima kasih kepada masyarakat Purbalingga yang telah mengikuti pesta demokrasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Kami optimis, sebab berdasarkan perhitungan yang berbasis TPS, kami pasangan Tiwi-Dono unggul. Kami mendapatkan suara 56,02%," kata Tiwi, panggilan Dyah Hayuning Pratiwi.
Baca juga: Pemkab Purbalingga Ingatkan Potensi Banjir Saat Pemungutan Suara
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pasangan Muhammad Zulhan Fauzi dan Zaini Makarim Supriyanto yang telah menjadi partner demokrasi yang baik.
"Pada kesempatan ini pula, saya berterima kasih kepada KPU, Bawaslu, TNI, Polri yang telah bekerja keras sehingga Purbalingga tetap aman dan kondusif serta bersatu," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPC PDIP Purbalingga Bambang Irawan mengungkapkan dari perhitungan yang dilakukan internal DPC PDIP, dari 18 kecamatan yang ada di Purbalingga hanya ada 2 kecamatan Tiwi-Dono kalah yakni Kecamatan Purbalingga dan Karangreja.
"Sedangkan 16 kecamatan lainnya, pasangan Tiwi-Dono unggul. Kami juga masih menyoroti adanya dugaan praktik politik uang. Sampai sekarang, kami mendorong pihak terkait untuk memprosesnya, karena hal itu mencederai demokrasi," ungkap Bambang.(OL-5)
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
“Alurnya tetap sama, hanya prosesnya disederhanakan. Bedanya, untuk dapur MBG tidak perlu diunggah ke sistem DPMPTSP,”
Aliansi Masyarakat Purbalingga Pemerhati Soedirman (AMPPS) melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, di Jakarta.
Kegiatan pelatihan di Kabupaten Purbalingga ini berfokus pada pengolahan serbuk gula kelapa, dengan materi yang mencakup pengolahan produk segar menjadi dry food.
Secara politis, mengusung Tempat Lahir Soedirman bagi Purbalingga adalah langkah strategis untuk merebut kembali narasi nasional.
Penyaluran beras dilakukan tidak hanya melalui pedagang pasar, tetapi juga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin digelar Pemkab Purbalingga bekerja sama dengan Bulog.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved